Paradigma Integratif dalam Studi Peradaban Islam: dari Fondasi Epistemologi Menuju Transformasi Sosial
Artikel berjudul “Paradigma Integratif dalam Studi Peradaban Islam: dari Fondasi Epistemologi Menuju Transformasi Sosial” ini ditulis oleh Dr Mohammad Syawaludin MA, Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang. --dokumentasi
Artikel berjudul “Paradigma Integratif dalam Studi Peradaban Islam: dari Fondasi Epistemologi Menuju Transformasi Sosial” ini ditulis oleh Dr Mohammad Syawaludin MA, Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang.
Tantangan Baru
Peradaban Islam, dengan segala keagungannya di masa lalu, kini menghadapi tantangan besar di abad ke-21: fragmentasi ilmu pengetahuan.
Artikel ini ingin mengheadline ulang peradaban Islam, melainkan mengusung sebuah visi baru: integrasi pengetahuan sebagai fondasi mutlak.
BACA JUGA:SERU NIH, Dewan Guru dan Staf TU SMPN 3 Lahat Jajal Lomba Opposite, Gimana Cara Mainnya
BACA JUGA:Literasi Kunci Peradaban! Bukan Sekadar Hobi atau Kegiatan Sekolah, ini Kata Dosen Unitas Palembang
Kita akan memulai perjalanan ini dengan mendekonstruksi akar-akar epistemologis yang telah memisahkan "ilmu agama" dari "ilmu umum".
Sebuah dikotomi yang sayangnya mengaburkan benih-benih integrasi yang justru sangat kuat dalam pemikiran klasik Islam dan menjadi kunci kemajuan di masa kejayaannya.
Bukan lagi sekadar pendekatan interdisipliner yang seringkali mempertahankan sekat-sekat disiplin, makalah ini mengadvokasi lompatan paradigma menuju model integratif.
Ini berarti menyatukan ontologi, epistemologi, dan aksiologi keilmuan secara utuh, melahirkan perspektif baru yang melampaui batas tradisional.
BACA JUGA:Cara Mudah Menentukan Jarak Rumah dari Pusat Kota Untuk Pendaftaran KIP Kuliah 2025!
Dari sanalah, kita akan menjelajahi berbagai model integrasi, mulai dari kerangka konseptual hingga implikasinya dalam kurikulum pendidikan dan institusi modern.
Namun, visi ini tidak berhenti pada teori.
Fokus utama adalah bagaimana praksis integrasi ini dapat mendorong revitalisasi peradaban Islam melalui produk-produk nyata yang inovatif.