Banyuasin hingga OKI, Jejak Sentra Mangrove Terbesar di Sumsel
KORANPALPRES.COM- Hutan mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pesisir, penyangga ekosistem, sekaligus penyerap karbon yang sangat besar.
Di Indonesia, mangrove tersebar luas di berbagai provinsi, salah satunya Sumatera Selatan (Sumsel).
Provinsi ini tercatat memiliki kawasan mangrove yang cukup luas, dengan beberapa daerah menjadi sentra utama, terutama Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI).
Berdasarkan data dari berbagai publikasi termasuk BPS dan pemerintah daerah, luas ekosistem mangrove di Sumsel mencapai sekitar 171.629 hektare atau sekitar 28% dari total mangrove di Pulau Sumatera.
BACA JUGA:5 Daerah Penghasil Kakao Terbesar di Indonesia, Ada Tetangga Sumatera Selatan
Angka ini menempatkan Sumsel sebagai salah satu daerah dengan cadangan mangrove terbesar di Indonesia.
Kabupaten Banyuasin dikenal sebagai wilayah dengan ekosistem mangrove terluas di Sumsel. Hal ini karena sebagian besar kawasannya berada di pesisir timur yang langsung berhadapan dengan Selat Bangka dan Laut Cina Selatan.
Salah satu kawasan ikonik adalah Taman Nasional Sembilang yang berada di pesisir Banyuasin.
Area ini merupakan habitat alami berbagai jenis flora dan fauna, termasuk burung migran, buaya, hingga ikan-ikan yang bergantung pada ekosistem mangrove.
BACA JUGA:Mengenal Kota-Kota Penghasil Buah di Indonesia, Termasuk 2 Daerah dari Sumsel
BACA JUGA:5 Daerah Penghasil Timah Terbesar di Indonesia, Nomor 1 Tetangga Sumatera Selatan
Selain fungsi ekologis, kawasan ini juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama nelayan yang mengandalkan hasil laut.
Selain Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga memiliki kawasan mangrove cukup luas, terutama di wilayah pesisir timur.