Sumsel Hasilkan 2,7 Ton Melati, Data BPS Ungkap Potensi Florikultura
Ilustrasi - Sumsel Hasilkan 2,7 Ton Melati, Data BPS Ungkap Potensi Florikultura-pixabay-
KORANPALPRES.COM - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil karet, sawit, dan kopi.
Namun, di balik kejayaan komoditas perkebunannya, Sumsel juga memiliki potensi besar di sektor florikultura.
Salah satu tanaman hias yang mulai dilirik adalah bunga melati, yang dikenal sebagai simbol kesucian, kesederhanaan, dan sering dipakai dalam berbagai acara adat maupun keagamaan.
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan tahun 2024, produksi melati di provinsi ini tercatat mencapai 2.747 kilogram.
BACA JUGA:Tidak Banyak Tahu, Ternyata 7 Daerah Ini Penghasil Rempah Terbaik di Dunia, Ada yang Dekat Sumsel!
Angka tersebut menunjukkan bahwa meski belum sebesar produksi komoditas utama lainnya, melati memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu primadona baru di sektor tanaman hias Sumsel.
Melati dan Nilai Budayanya, Bunga melati bukanlah tanaman hias biasa. Di Indonesia, melati sering disebut sebagai puspa bangsa karena keharumannya yang lembut dan tampilannya yang sederhana namun menawan.
Di Sumsel, bunga ini banyak digunakan untuk acara adat pernikahan, upacara budaya, hingga kebutuhan sehari-hari sebagai bunga tabur dan bahan pewangi alami.
Permintaan melati cenderung stabil sepanjang tahun, terutama karena kegunaannya yang luas di berbagai kegiatan. Inilah yang membuat potensi pengembangan melati di Sumsel sangat menjanjikan.
BACA JUGA:5 Daerah Penghasil Tembaga Terbesar di Indonesia, Nyaris Sentuh 1 Juta Ton Pertahun
BACA JUGA:5 Daerah Penghasil Kakao Terbesar di Indonesia, Ada Tetangga Sumatera Selatan
Potensi Ekonomi Melati di Sumsel, Jika dikelola dengan baik, produksi melati bukan hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan lokal, tetapi juga bisa menjadi komoditas unggulan baru.
Tren florikultura atau bisnis tanaman hias saat ini semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat akan estetika, gaya hidup sehat, dan tren dekorasi menggunakan tanaman alami.