https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Tentang Wayang Kulit Palembang, DKP Tegaskan Hal Penting Ini

DKP tegaskan wayang kulit Palembang merupakan seni budaya yang sangat penting dan wajib dilakukan pembinaan dan pelestarian.--Kurniawan/Koranpalpres.Com

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Dewan Kesenian Palembang (DKP) tegaskan wayang kulit Palembang merupakan seni budaya yang sangat penting dan wajib dilakukan pembinaan dan pelestarian.

Hal ini dikatakan oleh Ketua DKP, M. Nasir dalam kegiatan Sepekan Seni 2025 yang bertemakan Mengenal Ratu Sinuhun: Tokoh Perempuan Palembang di Lawang Borotan Palembang, Jumat 22 November 2025.

"Acara yang kita gelar ini tidak hanya sebagai hiburan saja tapi wayang kulit Palembang ini merupakan identitas sejarah di Palembang yang harus dijaga," ujarnya.

Sementara itu, Dalang Wayang Palembang, Kgs. Wirawan Rusdi menuturkan, bahwa untuk pertunjukan wayang pada awalnya hanya dimainkan pada lingungan istana saja.

BACA JUGA:Sosialisasi dan Seminar Kesehatan Hingga Bangun PLTS Sederhana, Cara Cerdas PT SBS Dukung Program Pemerintah

BACA JUGA:Saldo DANA Kaget Bikin Kaya Mendadak? Cek Cara Dapat Gratisnya Sekarang!

Namun berbagai tekanan terjadi yang membuat keluarga Kesultanan menyebar ke daerah pelosok Sumsel.

"Para dalang dan pengrawit juga turut keluar dari keraton yang membuat kesenian ini diwariskan dan menjadi simpanan pribadi saja," terang generasi ke-3 Sanggar Sri Palembang dalam diskusi karya bersama Kepala BPK Wilayah VI, Kristanto Januardi, dan juga Ketua Yayasan Lacak Budaya Sriwijaya, Hasan, M.Sn.

Untuk Sanggar Sri Wayang Kulit Palembang berdiri pada 1959, setelah keluarganya membeli dan memelihara koleksi wayang milik dalang ternama Abdul Rahim. 

Meski sebagian alat musik gamelan telah hilang, beberapa instrumen seperti peking, kendang, dan kenong masih digunakan hingga hari ini.

BACA JUGA:Proyek PSEL Dikebut, Wali Kota Palembang Bahas Langkah Strategis Bersama PT Green Power

BACA JUGA:Honda Guncang GJAW 2025! Hybrid Experience dan Promo Penjualan Akhir Tahun Super Menggiurkan

Sanggar ini sempat mengalami pasang surut, namun berkat kegigihan keluarga Wirawan, tradisi itu kembali hidup. 

Lanjut dia mengatakan, bahwa dulu pada zamannya hiburan Wayang digemari hingga masih banyaknya Dalang, tapi sekarang ini sudah tidak ada lagi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google