https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Jejak Sanggar Sri Wayang Palembang: Warisan Tradisional yang Bertahan dari Generasi ke Generasi Sejak 1950

Kgs Wirawan Rusdi, generasi ketiga, Dalang Sri Wayang Palembang-Foto: Sri Devi-koranpalpres.com

Dari Kakek ke Cucu: Jejak Wayang Tradisional Palembang di Tangan Generasi Ketiga

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM -  Di tengah arus modernisasi yang begitu cepat, satu warisan budaya tetap bertahan di Kota Pempek yakni Sanggar Sri Wayang Palembang. 

Sanggar ini bukan sekadar tempat pertunjukan, tetapi juga simbol ketekunan, tradisi, dan cinta generasi penerus terhadap warisan leluhur.

Sejak tahun 1950, sanggar ini telah menjadi pusat kegiatan kesenian wayang di Palembang. 

Sejarahnya dimulai Muhammad Abdul Rasyid, yang menjadi dalang pertama dalam keluarga ini. 

BACA JUGA:Wayang Palembang Masuk Kampus, FAHUM UIN Raden Fatah Dorong Gerakan Pelestarian Budaya di Era Globalisasi

BACA JUGA:Gelar Talkshow dan Pementasan Wayang Palembang: Dari Naskah ke Kilir, Menghidupkan Warisan Budaya di Kampus

Pada era 1970-an, tongkat estafet kesenian dilanjutkan oleh Muhammad Rusdi Rasyid, dan sejak tahun 2004, Kgs Wirawan Rusdi, generasi ketiga, memimpin sanggar sekaligus melestarikan warisan keluarga. 

Meski gelar keturunan “Kgs” tidak digunakan oleh kakek dan ayahnya karena alasan tertentu, nilai tradisi dan pelestarian budaya tetap dijaga dengan tekun.

Menurut Kgs Wirawan, keberadaan sanggar ini bertahan bukan tanpa tantangan. 

Salah satu kendala terbesar adalah alat musik tradisional yang digunakan dalam pertunjukan wayang Palembang, yang tidak bisa dibuat di Palembang karena tidak ada pengrajin lokal.

BACA JUGA:Hadir di Tengah Mahasiswa dan Seniman, Rektor UIN Rafah Terlihat Menikmati Setiap Adegan Wayang Palembang

BACA JUGA:Tentang Wayang Kulit Palembang, DKP Tegaskan Hal Penting Ini

“Alatnya harus dipesan dari Jawa. Dulu transportasi dari Jawa ke Palembang sulit, mungkin itu salah satu penyebab sanggar-sanggar lain tidak berdiri,” ujarnya.

Selain faktor alat, tantangan ekonomi juga membuat banyak orang enggan menekuni dunia dalang. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan