(Artikel Kurma) Ontologi Ramadan: Bulan Humanities
Ramadan adalah tempat bersemainya kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam kemasan spiritualitas yang bertujuan memelihara martabat kemanusiaan seutuhnya--sumber foto: chat gpt
BACA JUGA:Ibadah Tanpa Jeda: Beramal di Era Digitalisasi (Artikel Kurma)
Proses ini adalah “pengosongan jiwa” dari berbagai sifat-sifat yang kontra nilai-nilai kemanusiaan (Humanities Values).
Di sinilah seorang yang berpuasa akan terlihat sebagai seseorang yang mulai muncul kesadaran spiritual dan kepekaan terhadap realitas sosial di sekitarnya.
Kedua, Tahalli, secara harfiyah berarti menghiasi diri, yaitu mengisi jiwa dengan sifat-sifat terpuji seperti sabar, ikhlas, dan tawakal, di mana seseorang akan selalu melakukan perbuatan baik dan bermanfaat.
Seseorang yang berpuasa selalu berusaha mengisi waktunya dengan berbagai perbuatan ibadah baik yang sunnah dan apalagi yang diwajibkan.
Pada bulan Ramadan terdapat berbagai fadhilah yang memotivasi seseorang untuk meningkatkan grafik ibadahnya.
Proses ini memperlihatkan kesalehan seseorang yang dihiasi dengan berbagai aksi-aksi nyata dalam wujud ibadah sebagai ketundukan totalitas seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Ketiga, adalah Tajalli yang secara harfiyah berarti penampakan positif kepribadian seseorang dalam wujud hamba yang beriman dan sekaligus hamba yang peduli dengan sesama umat manusia.
Dalam ajaran tasawuf adalah ketika Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang telah mencapai tingkat kebersihan jiwa yang tinggi, di mana seseorang merasakan penyingkapan tabir dan hakikat ilahi.
Pada tahap terakhir ini akan terlihat seseorang yang berpuasa sebagai kepribadian yang utuh sebagai orang yang bertakwa.
Ketiga tahapan ini sangat penting bagi setiap orang yang ingin mencapai kesempurnaan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah yang pada muaranya juga akan melahirkan insan yang peduli dengan sesama sebagai pribadi berakhlak mulia yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan (Humanities Values).
Hakikatnya Ramadan adalah upaya menemukan kembali jati diri manusia yang dalam sebelas bulan lainnya mungkin saja mulai kehilangan arah.
Ramadan adalah tempat bersemainya kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam kemasan spiritualitas yang bertujuan memelihara martabat kemanusiaan seutuhnya.
Itulah hakikat ketaqwaan yang menjadi tujuan berpuasa dan itulah ontologi Ramadan yang ditetapkan dalam Alquran kepada orang-orang beriman.(QS. Al-Baqarah: 183). Wallahu A’lamu Bis Al Ashawab.