(Artikel Kurma) Ontologi Ramadan: Bulan Humanities
Ramadan adalah tempat bersemainya kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam kemasan spiritualitas yang bertujuan memelihara martabat kemanusiaan seutuhnya--sumber foto: chat gpt
Oleh: Yazwardi
Islam datang dengan misi kemanusiaan yang menegaskan bahwa fungsi kenabian Muhammad SAW adalah untuk memperbaiki akhlak yang mulia. Kata akhlak adalah bagian yang tak terpisahkan dari kata Khalik (Pencipta), dan kata makhluk (ciptaan).
Tingkah laku dan perilaku manusia sesungguhnya merupakan manipestasi dari penciptaannnya yang seharusnya tunduk dan patuh kepada Sang Khalik (Pencipta).
Kelengkapan manusia secara fisik-biologis telah meletakkan manusia sebaik-baiknya ciptaan dan Allah telah memuliakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dengan berbagai atribut, rezeki, dan keistimewaan dibandingkan dengan makhluk lainnya. (QS. Al-Isra: 70; Al-Tin: 4).
BACA JUGA:Artikel Kurma: Menakar Makna Nuzulul Qur'an Dengan Kesalehan Ritual dan Keasingan Sosial
BACA JUGA:Artikel Kurma: Paradigma Antara Ramadan Berkah Dan Musibah
Namun, sewaktu-waktu predikat itu akan lepas dan jatuh ke dalam lembah kehinaan dan bahkan manusia bisa menjadi mahkluk setingkat atau lebih tersesat hewan-hewan ternak (QS. Al-A’raf: 179).
Di sinilah manusia diberikan bekal untuk menjaga kesempurnaan itu untuk tetap mencapai kemuliaan martabat kemanusiaan.
Martabat kemanusian (Human Dignity) merupakan bagian dari hak-hak dasar kemanusiaan (humanities) yang secara Ghalib adalah Hak Asasi Manusia yang diakui internasional keberadaannya.
Hak asasi manusia (HAM) merupakan hak- hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir. HAM bersifat kodrati, artinya hak ini melekat pada martabat manusia dan tidak dapat dihilangkan oleh siapapun.
BACA JUGA:Artikel Kurma: Nilai-Nilai Keutamaan Bulan Ramadan dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern
BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Puasa Ramadhan sebagai Pilar Ketahanan Keluarga
Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, HAM adalah hak yang melekat sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Dalam realitas kehidupan, labirin kehidupan yang penuh nestapa selalu menghiasi langkah-langkah penuh harap sebagian saudara-saudara kita.
