Jejak Pelarian Berakhir di Kebun Kopi, Tim Jagal Bandit dan Srigala Hitam Ringkus Pembunuh Lintas Kota
Operasi senyap Tim Jagal Bandit (Polres Lahat) dan Tim Srigala Hitam (Polres Pagar Alam) tangkap tersangka utama kasus pembunuhan sadis di Desa Muara Payang, akhirnya runtuh. --Bidhumas Polda Sumsel
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Persembunyian AA (30), tersangka utama kasus pembunuhan sadis di Desa Muara Payang, akhirnya runtuh.
Setelah 10 hari melintasi perbatasan kota untuk menghindar dari kejaran petugas, pelarian AA berakhir di tangan tim gabungan Satreskrim Polres Lahat dan Polres Pagar Alam.
Operasi senyap yang melibatkan Tim Jagal Bandit (Polres Lahat) dan Tim Srigala Hitam (Polres Pagar Alam) ini membuahkan hasil pada Rabu 18 Maret 2026.
Tersangka tak berkutik saat disergap di sebuah pondok kebun terpencil di Desa Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, sekitar pukul 03.30 WIB.
BACA JUGA:Jabat Kapolrestabes Palembang, Kombes Sonny Siap Tekan Kriminalitas, Ini Stateginya
BACA JUGA:Angka Kriminalitas di Sumsel Turun, Kapolda Sumsel Berikan Penjelasan Ini
Tragedi berdarah ini bermula pada Minggu dini hari, 8 Maret 2026. Korban, AAA (26), ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusuk di sekujur tubuh di Jalan Lintas Desa Muara Payang.
Istri korban yang terbangun akibat suara kegaduhan di luar rumah, mendapati suaminya sudah terkapar bersimbah darah di pinggir jalan.
Pasca kejadian, Satreskrim Polres Lahat bergerak cepat melakukan olah TKP dan identifikasi.
Meski identitas AA langsung terdeteksi, tersangka sempat menghilang dan berpindah-pindah tempat untuk mengelabui petugas.
BACA JUGA:Ini Capain Polres Prabumulih Sepanjang Tahun 2025, Kasus Kriminal Mengalami Peningkatan
Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pengejaran ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan keadilan bagi keluarga korban.
"Kami sampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga. Penangkapan ini adalah bukti nyata bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan untuk bersembunyi. Polres Lahat akan terus mengejar hingga ke lubang semut sekalipun," tegas AKBP Novi.
