https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Melihat Masa Lalu dengan Masa Depan: Cara FKIP UNSRI Hidupkan Kejayaan Sriwijaya Lewat AI

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya melalui kegiatan FGD dan Diseminasi Pengabdian Masyarakat memperkenalkan inovasi video berbasis Artificial Intelligence (AI).--fkip unsri for koranpalpres.com

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi hasil pengabdian pembuatan video berbasis AI untuk mempromosikan peradaban Kedatuan Sriwijaya. 

FGD dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 di kampus FKIP Ogan Palembang. 

Kegiatan ini merupakan bagian Program EQUITY Unsri yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. 

FGD dan diseminasi tersebut dihadiri oleh dosen-dosen di Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unsri, dan perwakilan mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah. 

BACA JUGA:Bahasa Palembang Naik Kelas! FKIP Universitas Sriwijaya Siap Buka Prodi Baru, Tinggal Tunggu Restu Rektor

BACA JUGA:Angkat Cerita Lokal di Mahakarya Pegelaran Seni, Ini Tujuan Mahasiswa PGSD FKIP Unsri

Sedangkan peserta utama yaitu guru sejarah dari 23 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan 3 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Palembang. 

Kegiatan secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Dekan III FKIP Unsri, Prof Dr Ratu Ilma Indra Putri MSi. 

Dalam sambutannya, Prof Ratu Ilma menyampaikan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), pembelajaran sejarah dapat dikemas secara lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.  

Sehingga materi sejarah yang abstrak dapat divisualisasikan dengan menarik menggunakan teknologi AI.  

BACA JUGA:Civitas PGSD FKIP Unsri Gelar PKM di Desa Meranjat Ogan Ilir, Ini Kegiatannya

BACA JUGA:Asah Kemampuan untuk Siap Kerja, 5 Mahasiswa FKIP Unsri Magang di Dinas PMD Provinsi Sumatera Selatan

Menurut Prof Ratu Ilma, kegiatan ini sangat berdampak bagi guru dan pembelajaran sejarah di sekolah utamanya di kota Palembang.  

Bahkan beliau mengharapkan produk video guru dapat diajukan Hak Kekayaan Intelektual, sehingga terlindungi produknya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan