https://palpres.bacakoran.co/

Sinyal Positif Ekonomi Sumsel 2026: Inflasi Terkendali, Kesejahteraan Rakyat Meningkat

Kinerja APBN Sumsel Triwulan I 2026 stabil: Konsumsi warga menguat, inflasi terjaga, dan kesejahteraan membaik meski ada dinamika ekonomi global.--kemenkeu sumsel

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) hingga 31 Maret 2026 tetap menunjukkan peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global dan tekanan inflasi.

Demikian disampaikan Agung Heru Pranyoto selaku Ketua Kelompok Kerja Teknis Kerja Sama, Kehumasan, dan Layanan Publik Sekretariat Bersama Kementerian Keuangan Provinsi Sumsel dalam rilis resminya, Rabu 29 April 2026.

Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi mulai menguat di awal tahun, ditopang oleh konsumsi masyarakat dan investasi, meskipun terdapat perlambatan pada sisi fiskal.

Dari sisi pendapatan negara, realisasi mencapai Rp3,19 triliun atau 15,10% dari target.

BACA JUGA:Ekonomi Sumsel Makin Tangguh! Simak Capaian Positif APBN di Awal Tahun 2026 Menurut Kementerian Keuangan

BACA JUGA:Ekonomi Sumsel Masih Mampu Berdiri Tegak di Tengah Tekanan Global, ini Kata Kepala Kanwil DJPb Sumsel Rahmadi

Penerimaan pajak menjadi kontributor utama sebesar Rp2,42 triliun (14,28%), didukung oleh peningkatan setoran PPN dan PPh 21 seiring aktivitas ekonomi pada sektor unggulan seperti kelapa sawit dan karet.

Penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp61,49 miliar (3,53%), mengalami kontraksi -67,27% (yoy) yang dipengaruhi penurunan harga patokan ekspor dan volume ekspor komoditas.

Sementara itu, PNBP terealisasi sebesar Rp713,77 miliar (28,88%), terutama berasal dari layanan BLU sektor kesehatan dan pendidikan.

Dari sisi belanja negara sambung Agung, realisasi mencapai Rp9,51 triliun atau 24,92% dari pagu. Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2,91 triliun (19,29%) tumbuh positif, didorong peningkatan belanja pegawai dan belanja modal akibat low base effect.

BACA JUGA:Luar Biasa! Program MBG Sukses Dorong Ekonomi Sumsel, Mampu Layani 1,5 Juta Penerima Manfaat Per Hari

BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Melesat, Ternyata ini yang Menjadi Motor Utama Transformasi Daerah

Sementara itu masih kata Agung, Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp6,59 triliun (28,62%) mengalami kontraksi seiring penurunan alokasi nasional, meskipun tetap mendukung pembiayaan layanan publik, khususnya melalui DAU dan DAK Non Fisik.

Pada sisi APBD, kinerja keuangan daerah hingga triwulan I 2026 masih on track, dengan realisasi pendapatan daerah sebesar Rp5,41 triliun (14,48%) dan belanja daerah sebesar Rp4,74 triliun (12,07%).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan