Merajut Harapan dari Limbah Jerami, Petani Pengabuan Tingkatkan Penghasilan Lewat Produk Ramah Lingkungan
Petani Desa Pengabuan olah limbah jerami jadi produk ramah lingkungan-Ist/koranpalpres.com-
PRABUMULIH, KORANPALPRES.COM - Tumpukan jerami menjadi pertanda musim panen di Desa Pengabuan, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Selama bertahun-tahun, sisa batang serta daun kering padi tak terolah dengan baik dan hanya menjadi limbah pertanian.
Sarbeni, seorang petani dari Kelompok Tani Barokah, bercerita bahwa limbah jerami yang dihasilkan di Desanya dapat mencapai 4 ton per hektare. Sayangnya, sering kali petani mengatasi limbah tersebut dengan cara membakar.
Google Advertisement Below
Sempat terpikir di benak Sarbeni untuk mencari cara lain mengolah jerami agar tak merusak lingkungan. Akan tetapi, keterbatasan pengetahuan membuat niat itu tak kunjung terwujud.
Pada 2025, lewat pemetaan sosial Pertamina EP Adera Field membaca keresahan Sarbeni dan kawan-kawan petani ini. Harapan muncul di Pengabuan. Melalui program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA) dari PEP Adera, Sarbeni dan kawan-kawan mulai dibimbing mengolah limbah jerami.
BACA JUGA:Energi Baru dari PEP Zona 4, Sumur LBK-030 di Muara Enim Berpotensi Produksi 3.073 BOPD
BACA JUGA:PEP Zona 4 Perkuat Sinergi dengan Pangdam II Sriwijaya Demi Dukung Ketahanan Energi Nasional
PEP Adera Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memberi alat dan pelatihan pengolahan bahan baku jerami menjadi produk bernilai jual, seperti briket hingga wadah ramah lingkungan.
Wadah itu bisa digunakan sebagai pengganti wadah plastik untuk makanan dan sayur. Para petani juga dibimbing mengelola usaha secara mandiri, termasuk peningkatan kualitas produk, pengemasan, pencatatan sederhana, perhitungan biaya produksi, serta strategi pemasaran.
Sarbeni tak lagi membakar jerami usai panen. Ia bersama para petani Kelompok Tani Barokah, KWT Selaras Alam, dan Taruna Tani kini sudah mampu mengolah limbah jerami
Produk-produk olahan limbah jerami itu membuat pendapatan para petani di Pengabuan meningkat. Biasanya, mereka hanya mengantongi sekitar Rp1,7 juta per orang per bulan dari hasil pertanian, atau separuh dari standar upah minimum PALI. Saat ini rata-rata pendapatan 60 petani dari tiga Kelompok naik sampai Rp3,9 juta per orang per bulan.
BACA JUGA:PEP Zona 4 Dorong Peningkatan Produksi Minyak Lewat Workover 51 Sumur Eksisting
BACA JUGA:Lebih dari 1.050 Hari Tanpa LTI, PEP Zona 4 Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
“Jerami yang dulu cuma jadi sampah ternyata bisa bawa berkah. Ngebulnya enggak lagi di sawah, alhamdullilah ngebulnya di dapur soalnya pemasukan nambah,” ucap Sarbeni.
Program ini juga diperkirakan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 18 ton CO2 per tahun melalui pengurangan praktik pembakaran jerami. Selain mengurangi pembakaran jerami, inovasi produk ramah lingkungan berbahan dasar jerami juga diharapkan membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di PALI.