Intip Tradisi Unik di Tanjung Lago Usai Berkurban, Sudah Turun Temurun dari Nenek Moyang
Masyarakat Desa Tanjung Lago melaksanakan tradisi cuci kaki darah hewan kurban yang kini masih terus dilestarikan.-Foto: Kautsar for koranpalpres.com-
BANYUASIN, KORANPALPRES.COM - Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Desa Tanjung Lago tidak terbatas pada kegiatan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada warga setempat saja.
Di tengah aktivitas tersebut, masih terlihat tradisi turun-temurun yang hingga kini tetap dilakukan sebagian warga, yakni mencuci kaki menggunakan darah hewan kurban yang baru disembelih.
Tradisi ini dilakukan sesaat setelah sapi dan kambing selesai dipotong, ketika darah masih mengalir dan terasa hangat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga mendekati sapi yang baru dipotong untuk membasuh kan darah kebagian kaki mereka.
BACA JUGA:Tradisi Idul Adha di Desa Tanjung Lago, Daging Kurban Diantar ke Rumah Warga
Setelah darah mulai mengering di kulit, kaki kemudian dibilas dengan air biasa.
Tradisi tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga diikuti anak-anak yang ikut menyaksikan proses penyembelihan hewan sajak pagi hari.
Salah satu warga Desa Tanjung Lago, Mulyadi atau yang akrab dipanggil Mul, mengatakan tradisi mencuci kaki dengan darah hewan kurban tersebut sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat desa.
"Cuci kaki dengan ini sudah biasa dilakukan sesudah habis dipotong, saat darah masih hangat. Kami sudah melakukannya secara turun-temurun" ujarnya saat ditemui dilokasi penyembelihan hewan kurban.
Menurut Mul, sebagian masyarakat setempat percaya darah hewan kurban yang masih hangat dapat membantu menguatkan otot kaki dan kaki juga tidak pecah-pecah, terutama bagi warga yang sehari-hari bekerja keras di kebun sawit.
"Mencuci kaki dengan darah yang masih hangat ini dapat memperkuat otot kaki, dan juga menghindari kaki pecah-pecah" tambahnya.