Fotografer CFD: Ketika Pasar Diciptakan, Bukan Ditemukan
Menatap fenomena fotografer CFD dari sudut pandang strategi. Bukan cuma berburu momen, mereka aktif menciptakan pasar fotografi jalanan. Simak ulasannya!--sumber foto: chat gpt
BACA JUGA:Ketua DPRD Ogan Ilir Terima Audensi Kapolres AKBP Rizka Aprianti, ini yang Dibahas
Kadang pasar lahir dari keberanian menciptakan momen, menaruh produk di depan orang yang bahkan tidak tahu mereka akan menginginkannya, lalu membiarkan psikologi manusia -- rasa penasaran, gengsi, takut kehilangan -- yang menyelesaikan sisanya.
Yang jadi masalah bukan pada kreativitas menciptakan pasar itu sendiri. Yang jadi persoalan adalah bahan baku dari pasar ini adalah wajah dan tubuh orang lain, diambil tanpa izin lebih dulu.
Selama belum ada aturan main yang jelas dan disepakati bersama, praktik ini akan terus jalan di area abu-abu -- setengah strategi bisnis yang cerdik, setengah pelanggaran privasi yang dibiarkan karena dianggap sepele.
Dan selama otak kita masih mudah tergoda melihat versi terbaik diri sendiri dalam balutan cahaya pagi CFD, pasar yang diciptakan dari momen sekilas ini rasanya belum akan sepi peminat, terlepas dari bagaimana cara foto itu awalnya diambil. (*)
BACA JUGA:Kapolres Ogan Ilir Datangi SPBU Romi Harton, Ada Apa?
BACA JUGA:Gotong Royong Tanpa Batas! TNI dan Warga Semarang Kebut Pengecoran Jalan Desa Cukil TMMD 129
*Prof. Yolanda Masnita Siagian adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trisakti.