Kadisbudpar Sumsel Buka LCCM 2026: Museum Adalah Ruang Belajar Generasi Muda
Para peserta saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) tingkat SMP/Mts yang digelar Museum Negeri Sumatera Selatan, Rabu 5 Agustus 2026.-Foto: Tri Hertika for Palpres.-
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Ratusan siswa dari 27 SMP/MTs di Sumatera Selatan mengikuti Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) Tingkat SMP/MTs se-Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar Museum Negeri Sumatera Selatan, Rabu 5 Agustus 2026.
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Rudi menegaskan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, melainkan ruang belajar yang menyimpan cerita, peradaban, dan jati diri bangsa.
Ia menyebut, museum di Sumatera Selatan menjadi wadah penting untuk mengenalkan kejayaan Kerajaan Sriwijaya, kekayaan budaya Palembang, hingga jejak perjuangan masyarakat Sumatera Selatan.
BACA JUGA:27 SMP/MTs Se-Sumsel Intip Koleksi Sejarah Museum Negeri Sumsel, LCCM Digelar Besok
“Melalui lomba ini, kami ingin menanamkan sejak dini kepada anak-anak bahwa mengenal sejarah dan budaya daerah sendiri adalah hal yang membanggakan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) dapat membentuk pelajar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, cinta budaya, dan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Rudi juga menilai belajar melalui museum juga menjadi salah satu cara agar generasi muda tetap berbudaya di tengah derasnya arus globalisasi.
“Makna dari Lomba Cerdas Cermat Museum ini bukan hanya mencari juara, tapi mengenalkan peradaban bangsa yang besar ini agar dikenali dan menjadi nilai-nilai yang terus dilestarikan dan dikembangkan oleh anak-anak kita masa kini dan di masa yang akan datang,” jelasnya.
Sementara itu, Plh. Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan, Amrullah, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peserta datang dari sejumlah daerah, di antaranya PALI, Empat Lawang, dan Ogan Komering Ulu Timur.