Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway menggelar talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang diikuti 500 pengusaha dari berbagai tanah air. --Ist
Mereka tafakur mendengarkan talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang. Yang digelar oleh Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway.
Sejak pagi, ratusan pengusaha dari berbagai sektor itu mengelola Problemnya pun macam-macam. Ada yang sukses tanpa dibebani utang.
BACA JUGA:Sanksi Segel Menanti Pengusaha Hiburan di OKU Timur yang Langgar Edaran Bupati
BACA JUGA:Pengusaha Cantik di Palembang Laporkan Seorang Selebgram di Polda Sumsel, Apa Masalahnya
Tapi banyak juga sedang berjuang keras menutup utang. Di tengah dunia usaha yang sedang baik-baik saja saat ini.
Di balik kebimbangan para pengusaha itu, Founder Disway Group Dahlan Iskan memecah ketegangan.
”Sekarang kita akan tampilkan orang-orang yang pernah musyrik. Beliau akan buka-bukaan di sini,” ucap Dahlan yang disambut tawa ratusan peserta.
Dalam sesi itu, lima pengusaha tampil sebagai pembicara. Mereka adalah Founder Dawang Group Tri Dawang, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono, CEO PT. Keraton Agri Ponorogo Syaikhul Hadi, CEO PT Inspirasi Prima Nusantara Fauzi Priambodo, dan Zainur Rohman.
BACA JUGA:4 Keunggulan DFSK Super Cab yang Bikin Pengusaha di Palembang Makin Untung
BACA JUGA:Gudangnya Pengusaha Muda! Pengurus HIPMI Syariah Sumsel Periode 2025–2028 Segera Dilantik
Dahlan menyebut, kelima pengusaha ini merupakan orang yang tangguh-tangguh. Yang berhasil membebaskan diri dari segala utang untuk mengembangkan usaha. Meski harus berdarah-darah untuk bisa bangkit.
”Misalnya Pak Syaikhul ini. Yang pernah berurusan dengan polisi. Karena menawarkan 800 cek kosong kepada suppliernya. Dan kejadian itu ada yang di terjadi hotel ini. Katanya beliau tadi sempat trauma masuk sini,” celetuk Dahlan. Tawa peserta pun sekali lagi meledak.
Syaikhul pun membenarkan kejadian itu. Sebelum bergerak ke bisnis syariah, Ia adalah distributor benih dan pupuk pertanian. Saat itu, Ia mengakui terlalu agresif membangun pasar. Ia pun meminjam utang ke perbankan miliaran untuk mengembangkan bisnis.
Namun, saat itu merasa gelisah dengan situasi usahanya. Pikirannya tak tenang. Antara terus berekspansi tapi ada hutang yang harus dibayar. Apalagi, sang ayah, kala itu mengingatkan Syaikhul. ”Saya tidak punya senang punya anak ada utang dan sekarang,” katanya.