https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway menggelar talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang diikuti 500 pengusaha dari berbagai tanah air. --Ist

BACA JUGA:5 Jenis Burung Perkutut Favorit Pengusaha, Dipercaya Memikat Rezeki dan Membuka Peluang Usaha Baru

Sejak saat itu, Syaikhul sepakat untuk berubah. Ia pun mendatangi komunitas syariah yang kini bernama SyaREA World pada 2018. ”Dan saat itu, saya berhenti untuk utang. Dan membayar semua tagihan bertahap,” kata pengusaha asal Ponorogo tersebut. 

Dahlan pun memuji langkah Syaikhul. Ia tahu, keputusan seperti berat bagi pengusaha yang sedang bergairah. ”Seperti mobil yang sedang ngebut, tapi diminta ngerem mendadak. Pasti oleng. Tapi beliau ini sepertinya tahu. Kalau terus seperti itu, ngebut terus malah bisa masuk jurang,” katanya. 

Kini, setelah berhasil menuntaskan utang, bisnis Syaikhul makin moncer. Jika dulu Ia hanya sebagai agen, kini punya pabrik benih dan pupuk pertanian sendiri. 

Perjuangan membebaskan diri dari utang juga dituturkan Fauzi. Sebelum bergabung ke SyaREA World, Ia harus berjibaku menutup utang yang tembus hingga Rp 140 miliar. 

BACA JUGA:Rahasia Tuah Burung Perkutut Udan Mas untuk Pengusaha dan Pedagang, Yuk Kenali Ciri-cirinya

BACA JUGA:5 Jenis Perkutut Katuranggan yang Cocok Dipelihara Pedagang dan Pengusaha, Bikin Usaha Laris Manis

Ia mengakui, saat merintis usaha, kegiatan berutang sering dijalankan guna membesarkan bisnis.

Awalnya, hanya pinjam Rp1-2 miliar ke perbankan. Tapi lambat laun, Ia seperti ingin terus menambah utang demi melebarkan bisnis. ”Saya sudah adiktif utang,” katanya. 

Dan bencana pun menimpa bisnis Fauzi pada 2020. Saat itu ada tender besar untuk menggarap proyek. Tapi ternyata proyek tersebut tak jalan. Uang yang dikeluarkan pun macet. Pikiran Fauzi buntu. 

Dari sana, Ia pun bertemu dengan komunitas SyaREA World. Lalu, mendapatkan solusi. Salah satunya segera menutup utang, meski harus menjual aset. ”Saya pun menjual aset 20 toko Indomaret,” katanya.

BACA JUGA:Jadi Incaran Kalangan Pengusaha! Burung Perkutut Ini Dipercaya Membawa Hoki dan Rezeki Melimpah

BACA JUGA:Revolusi Transportasi Niaga! Inilah Alasan DFSK Gelora E Jadi Pilihan Cerdas Pengusaha Masa Kini

Dari diskusi itu, Dahlan pun mengambil kesimpulan. Bahwa para pengusaha yang punya utang miliaran itu tetap punya tanggung jawab untuk menyelesaikan masalahnya. Meski harus membakar aset-aset produktif guna menutup utang yang menumpuk. 

Lalu, apakah berutang dengan prinsip syariah itu tetap ada ?.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google