KORANPALPRES.COM- Tebu merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia yang menjadi bahan baku utama gula, kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Di Sumatera Selatan, keberadaan tanaman tebu tidak hanya menopang industri gula, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan petani.
Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat tiga daerah di Sumsel yang menjadi penghasil tebu terbesar dan mampu mempertahankan posisinya sebagai lumbung manis provinsi ini.
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara detail ketiga daerah tersebut—mulai dari luas lahan, hasil produksi, hingga peran pentingnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
BACA JUGA:Ladang Emas Hijau! 5 Daerah Penghasil Tebu Tersohor di Sumatera Selatan
BACA JUGA:Masa Giling Tebu 2025 di Pabrik Gula SGN Cinta Manis, Polisi Ambil Langkah Ini
Sumatera Selatan (Sumsel) adalah salah satu provinsi yang memiliki potensi besar dalam produksi tebu.
Berdasarkan data resmi dari BPS Kabupaten Ogan Ilir dan Dinas terkait, terdapat tiga daerah yang mendominasi sebagai penghasil tebu utama di provinsi ini. Berikut penjabarannya:
1. Ogan Ilir – Pusat Produksi Tebu Terbesar
Perkebunan Rakyat (PR):
BACA JUGA:5 Daerah Penghasil Teh Terbesar di Indonesia, Apakah Pagar Alam Termasuk?
Tercatat memiliki luas areal sekitar 412,78 ha, dikelola oleh sekitar 60 keluarga tani di 6 kecamatan. Dari perkebunan ini, produksi gula kering mencapai 20.760 ton pada tahun 2022
Perkebunan Besar Negara (PBN):
Dikelola oleh PTPN VII Unit Cinta Manis di Desa Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat. Luas lahannya mencapai 10.591 ha, dengan produksi gula kristal putih sebesar 38.138 ton pada tahun yang sama