BACA JUGA:Dekati Pemilih Milenial dan Gen Z, KPU Sumsel Punya Trik Asyik dan Tepat Sasaran
BACA JUGA:Nongki Bareng Gen Z dan Milenial, Calon Gubernur Sumsel Herman Deru Sampaikan Motivasi Luar Biasa
Sebaliknya, Milenial lebih pasif dibanding Gen Z dalam urusan kreasi konten.
Mereka memang beradaptasi dengan media digital, tetapi cenderung sebagai konsumen, bukan pencipta tren.
Bagi Milenial, kehadiran media sosial sering lebih banyak digunakan untuk jejaring atau hiburan, bukan sebagai arena politik atau advokasi.
Hal ini menjelaskan mengapa Gen Z lebih progresif dalam menyuarakan isu sosial, sementara Milenial memilih untuk berhati-hati dan menghindari risiko konflik.
BACA JUGA:Ternyata Generasi Milenial dan Generasi Z Sasaran Empuk Bandar Narkoba, Begini Penjelasannya
Isi Pikiran Milenial Versus Gen Z
Perbedaan sikap realistis dan progresif ini sebenarnya dipengaruhi oleh tantangan yang dihadapi masing-masing generasi.
Milenial harus menghadapi biaya hidup tinggi, pendapatan yang stagnan, dan tuntutan menghidupi lebih dari satu generasi.
Riset menunjukkan 45% Milenial merasa penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
BACA JUGA:Tim Milenial Muda BZ-WIN Sebar 500 Nasi Kotak, Santuni Panti Asuhan dan Kaum Duafa
BACA JUGA:KOMPAK! Tim Milenial Muda Pemenangan BZ-WIN Go To Gunung Dempo, Ini Dilakukannya
Tidak heran mereka lebih berhati-hati. Gen Z, sebaliknya, menghadapi ketidakpastian masa depan kerja akibat AI dan otomasi.
Karena itu, mereka terdorong untuk berpikir kreatif, mencari peluang dari digitalisasi, dan lebih cepat beradaptasi.
Dengan kata lain, Milenial realistis karena sudah berhadapan langsung dengan kompleksitas hidup, sementara Gen Z progresif karena masih punya ruang untuk mencoba dan gagal.