Meskipun potensinya besar, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
1. Kurangnya perhatian sebagai komoditas utama, karena fokus pemerintah daerah masih banyak pada sawit dan karet.
2. Keterbatasan data akurat, terutama mengenai produktivitas per kabupaten.
3. Teknologi pascapanen yang belum maksimal, sehingga kualitas pinang ekspor masih bisa ditingkatkan.
Pinang memang belum sepopuler komoditas perkebunan lain di Sumsel, tetapi potensinya tidak boleh diremehkan.
Dengan adanya sentra-sentra penghasil seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, dan OKI, Sumatera Selatan sejatinya sudah menjadi salah satu daerah penyumbang produksi pinang terbesar di Indonesia.
Jika mendapat dukungan data akurat, teknologi budidaya, serta akses ekspor yang lebih luas, bukan tidak mungkin pinang akan menjadi salah satu komoditas andalan baru Sumsel di kancah nasional maupun internasional.