KORANPALPRES.COM- Menghadapi situasi kerusuhan biasanya gas air mata menjadi senjata yang menjadi pilihan.
Senjata kimia ini didesain untuk menghalau kerumunan, padahal gas air mata ini memiliki efek samping yang berbahaya untuk kesehatan mata.
Sebagai informasi, gas air mata merupakan senyawa kimia, jika terkena mata maka memicu iritasi pada mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit.
Senyawa tersebut memiliki efek agar kemampuan seseorang untuk melihat dan bernapas secara normal menjadi berkurang.
BACA JUGA:Tingkat Kematangan Pisang dan Manfaat Kesehatannya yang Perlu Kamu Tahu!
BACA JUGA:Saffron, Rempah Termahal di Dunia dengan 8 Khasiat Luar Biasa untuk Kesehatan
Gas air mata umumnya memiliki kandungan chlorobenzylidene malononitrile (CS) atau chloroacetophenone (CN).
Tak hanya itu, gas air mata juga terdapat bahan kimia lainnya yang bisa memicu kondisi mata menjadi lebih buruk.
Bahan kimia itu yakni chloropicrin (PS), bromobenzyl cyanide (CA), dan dibenzoxazepine (CR).
Senjata yang digunakan untuk pengendali massa ini memang tidak mematikan namun beracun dan berdampak pada efek jangka pendek.
BACA JUGA:5 Penyakit Kronis yang Bisa Dicegah dengan Konsumsi Buah Naga Merah Secara Rutin
BACA JUGA:Rutin Makan Apel, Ini 7 Penyakit yang Bisa Dicegah dan Diatasi
Efek dari gas air mata terhadap organ tubuh yakni air mata yang keluar menjadi berlebihan, sensasi terbakar, penglihatan kabur, kornea mata kemerahan.
Hidung juga berair, terbakar, bengkak serta mulut terasa terbakar, iritasi, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur.
Sedangkan efek pada paru-paru yakni dada sesak, batuk, sensasi tersedak, napas mengi, sesak napas.