Artikel berjudul "Makan Bergizi: Harapan Tinggi, Realita Ngeri" ini ditulis oleh Allinski Agiska, mahasiswi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.
KORANPALPRES.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai salah satu program unggulan pemerintah.
Tujuannya mulia : memberikan akses makanan bergizi kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah, demi mengurangi angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi bangsa.
Namun, mari kita buka mata.
Apa yang terjadi di lapangan justru jauh dari kata mulia.
Kasus demi kasus keracunan massal akibat program ini terus bermunculan, menimbulkan keresahan sekaligus pertanyaan besar: di mana letak “bergizi”-nya?
Ironis sekali, program yang seharusnya menjadi benteng kesehatan justru berubah menjadi bom waktu yang mengancam ribuan nyawa.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), sejak Januari hingga 22 September 2025 sudah tercatat sebanyak 4.711 kasus keracunan akibat MBG.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret kegagalan yang nyata.
Kasus paling banyak terjadi di Pulau Jawa dengan 2.606 kasus, disusul wilayah lain dengan ribuan korban lainnya.
Bahkan, ada insiden besar seperti 467 korban di Bengkulu dan 503 korban di Sukabumi.