https://palpres.bacakoran.co/

Tradisi Unik di Aceh Menjelang Ramadan dan Hari Raya: Serba-serbi Meugang

Tradisi menyambut Ramadan di Aceh adalah serba-serbi meugang. Sapi menjadi laris pada masa ini.-kabar aceh-

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM –Tidak lama lagi Ramadan akan datang.  Menjelang Ramadan di Aceh ada banyak tradisi yang masih dilestarikan hingga kini. Di antaranya adalah  “meugang” atau juga dikenal dengan berbagai sebutan antara lain Makmeugang, Haghi Mamagang, Uroe Meugang atau Uroe Keuneukoh.

Dalam bahasa Aceh “Gang”  berarti pasar. Pasar tidak banyak dikunjungi masyarakat pada hari-hari biasa. Tetapi menjelang bulan Ramadan, Idulfitri dan Iduladha, masyarakat akan ramai mendatangi pasar, sehingga munculah istilah “Makmu that gang nyan “(makmur sekali pasar itu) atau Makmeugang.

Tradisi menyambut Ramadan di Provinsi Aceh yang dikenal dengan Serambi Mekkah ini sudah dilakukan sejak zaman Kerajaan Aceh Darussalam, atau sudah berlangsung sejak abad ke-14.

Dilansir dari Kabar Aceh, tradisi ini muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Aceh yaitu sekitar abad ke-14 M dan sudah dimulai sejak masa kerajaan Aceh Darussalam. 

BACA JUGA: Gus Baha Tentang Penentuan Awal Ramadan, Hisab dan Rukyat Sama Pentingnya

BACA JUGA:Adakah Jadwal Cuti Bersama Puasa 2025 dan Libur Awal Ramadan? Ini Jawabannya

Tradisi meugang ini dilaksanakan oleh kerajaan di istana yang dihadiri oleh para sultan, menteri, para pembesar kerajaan serta ulama . Pada hari itu, raja memerintahkan kepada balai fakir yaitu badan yang menangani fakir miskin dan dhuafa untuk membagikan daging, pakaian dan beras kepada fakir miskin dan dhuafa. Semua biayanya ditanggung oleh bendahara Silatu Rahim, yaitu lembaga yang menangani hubungan negara dan rakyat di kerajaan Aceh Darussalam.

Bahkan ketika peperangan melanda Aceh pada masa lalu tradisi ini tetap berjalan. Tradisi itu berlanjut sampai sekarang

 Meugang sangat penting bagi semua lapisan masyarakat di Aceh, karena sesuai dengan anjuran agama Islam, datangnya bulan Ramadan sebaiknya disambut dengan meriah, begitu juga dengan dua hari raya, yaitu hari raya Idul fitri dan Iduladha. 

Meugang biasanya dilaksanakan selama tiga kali dalam setahun yaitu dua hari sebelum datangnya bulan ramadan, dua hari menjelang hari raya Idulfitri dan dua hari menjelang Iduladha.

BACA JUGA:Ramadan Menjadi Momen Paling dinantikan, Ini Promo Ditawarkan The Zuri Palembang

BACA JUGA:FULL 1 BULAN! Palpres-FSH UIN Raden Fatah Palembang Sajikan Kajian Keagamaan Selama Ramadan 2025

Untuk  menyambut hari istimewa yaitu hari Meugang, masyarakat Aceh merasa daging sapi atau lembu yang terbaik untuk dihidangkan. 

Meskipun yang utama dalam tradisi Meugang adalah daging sapi, namun ada juga masyarakat yang menambah menu masakannya dengan daging kambing, ayam juga bebek. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan