https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Ayam Pramuka Laris Manis Usai Lebaran

Ayam pramuka yang biasa dibawa warga Pagaralam ke acara hajatan.-cikhen-

Mengenai musim yang ada di Kota Pagaralam biasanya mulai dari Desember, Januari - Maret di Pagaralam bisa dibilang memasuki musim paceklik. 

“Tapi sekarang ini, alhamdulillah sepertinya musim paceklik itu sudah tidak terlalu tampak lagi mungkin kenaikan harga kopi yang drastis turut membantu hal tersebut,” imbuhnya. 

BACA JUGA:Pengusaha Ayam Potong Menjerit, Ratusan Ayam Potong Mati, Ini Penyebabnya

Google Advertisement Below

BACA JUGA:Dibandrol 25 Ribu, Hanya Dalam Waktu 1 Jam Ayam Potong Ludes di Bazar Kodam II/Swj

Lebih jauh dikatakannya, bila dahulu di Kota Pagaralam memiliki 4 musim yakni musim kawe (kopi,red), musim kawin, musim paceklik dan musim maling, ia berharap untuk musim paceklik dan maling di Pagaralam tidak ada lagi atau menghilang. 

“Hingga yang ada dan bertahan di Pagaralam itu hanya musim kawe dan musim kawin,” harapnya. 

Diketahui, perekonomian di Kota Pagaralam sangat dipengaruhi oleh musim kopi. Masyarakat Kota Pagaralam mayoritas memang mengandalkan kebun kopi untuk menopang hidup mereka.

Ketika musim kopi tiba apalagi jika harga kopi mahal seperti yang sudah terjadi dua tahun terakhir, suasana pasar terlihat bergairah.

BACA JUGA:Harga Ayam Potong di Lubuklinggau Tembus 40.000 Per Kg, Penjual Sepi Pengusaha Rumah Makan Gigit Jari

BACA JUGA:Ini Penyebab Ribuan Ekor Buntang Ayam Potong Dibuang ke Sungai Kepayang Muara Lakitan

Para petani kopi saat ini memang sedang semringah. Mereka saat ini sedang dalam keadaan yang senang dan melupakan beban mereka selama harga kopi terjun bebas beberapa tahun lalu. 

Itu pula salah satu yang menyebabkan ayam pramuka sangat laris karena banyaknya peristiwa nikah setelah lebaran ini.

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan