Semester I 2025, PHR Regional 1 Sumatra Hadapi Tantangan Migas Lewat Inovasi
Semester I 2025, PHR Regional 1 Sumatra Hadapi Tantangan Migas Lewat Inovasi--bacakoranpalpres
PRABUMULIH, KORANPALPRES.COM - Di tengah dinamika industri hulu migas global yang penuh tantangan akibat ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra tetap optimis.
Dengan strategi adaptasi yang matang serta inovasi teknologi yang berkelanjutan, PHR terus berupaya mencapai target produksi tahun 2025.
Berbagai laporan analisis yang menyoroti perkembangan pasar minyak, inflasi, serta teknologi dan aktivitas eksplorasi menyebutkan, dinamika di hulu migas secara global terpengaruh berbagai faktor.
Diantaranya bahan kimia fracturing, meningkatnya biaya produksi, peningkatan harga peralatan industri seperti pompa dan wellhead, serta tantangan geopolitik global yang tak kunjung mereda bahkan meningkat eskalasinya.
BACA JUGA:Langkah Strategis! PHR Zona 4 dan SKK Migas Ungkap Rencana Migas 2025 ke Pemprov Sumsel
BACA JUGA:Penerapan Prinsip ESG di PHR Zona 4, Jaga Keberlanjutan melalui Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Harga minyak mentah Brent misalnya, menunjukkan tren pelemahan akibat kebijakan tarif perdagangan yang meningkatkan ketidakpastian terhadap permintaan global.
Konsumsi minyak tetap di bawah tren sebelum pandemi, dengan proyeksi penurunan permintaan di Amerika Serikat dan Tiongkok.
Sementara itu, OPEC+ berencana meningkatkan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari hingga akhir 2025.
Didalam negeri, faktor pemengaruhnya terbilang lebih kompleks tidak hanya minyak yang fluktuatif, namun juga cuaca yang semakin sulit diprediksi.
BACA JUGA:Langkah Strategis! PHR Zona 4 dan SKK Migas Ungkap Rencana Migas 2025 ke Pemprov Sumsel
Dampaknya langsung menyasar pada akses dan infrastruktur.
Di wilayah operasional PHR, khususnya di Riau, curah hujan yang tinggi dan intensitas petir menyebabkan gangguan pada kelistrikan serta akses terhadap sumur yang membutuhkan servis untuk menjaga stabilitas produksi.