https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Polytron G3+ Hadir dengan 2 Skema Kepemilikan Baterai

Polytron G3+ Hadir dengan 2 Skema Kepemilikan Baterai--Polytron

KORANPALPRES- Mobil listrik Polytron G3+ dan G3 resmi dirakit di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berada di Purwakarta, Jawa Barat.

Hanya saja mobil listrik Polytron ini dirakit dengan menyandang semi knocked down atau SKD.

Itu artinya kendaraan ini dalam kondisi setengah dirakit dengan kata lain sebagian utuh.

Polytron juga menawarkan dua metode kepemilikan baterai untuk mobil listrik G3+ dan G3.

BACA JUGA:GWM Luncurkan Haval Big Dog 2026, SUV Canggih dengan 8 Mode Berkendara

BACA JUGA:Chery Buka Training Center Kendaraan Listrik di Bekasi, Cetak Teknisi Siap Kerja

Cara pertama, konsumen bisa menggunakan skema Buy to Own, yakni membeli unit lengkap serta baterai lengkap.

Konsumen juga bisa mendapatkan garansi baterai selama 8 tahun atau 180.000 km.

Termasuk juga berupa garansi kendaraan 5 tahun atau 150.000 km, tak hanya itu saja, Polytron juga menawarkan jaminan resale value sebesar 70 persen selama 3 tahun.

Cara kedua yakni Polytron menghadirkan skema Battery-as-a-Service (BaaS), sehingga konsumen bisa membeli unit tanpa perlu melakukan pembelian baterai di awal.

BACA JUGA:Spesifikasi dan Review Lengkap Chery eQ7, SUV Listrik Futuristik, Lega, dan Penuh Teknologi Siap Saingi Rival!

BACA JUGA:Wuling Binguo EV Baterainya Gede Banget, Mobil Listrik Praktis yang Bisa Jalan Sampai 410 Km Sekali Cas

Polytron juga membuktikan komitmennya untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Hal itu ditunjukkan Polytron bukan hanya menghadirkan produk berkualitas tapi juga melakukan investasi jangka panjang mellaui fasilitas produksi dan layanan purna jual yang menyeluruh.

Chief Executive Officer Polytron, Hariono mengungkapkan Polytron juga melakukan investasi ke fasilitas milik PT HIM yang berlokasi di Purwakarta.

Investasi tersebut meliputi beragam perakitan khusus seperti Dyno Test, Vacuum Filling Machines, untuk pengisian brake oil, refrigerant, coolant.

BACA JUGA:Tak Harus Tajir! Ini Simulasi Kredit Wuling Air ev Super Ringan yang Bikin Mobil Listrik Impian Jadi Kenyataan

BACA JUGA:Ngintip Spesifikasi DFSK Seres E1, Mobil Listrik Imut dan Canggih Buat Cewek City Life yang Mau Tampil Stylish

Lalu kemudian Dynamic Performance Test Equipment, Safety Testing Equipment, hingga ADAS Calibration Equipment.

Selain itu ada proses tahapan untuk Electric Safety Test dalam produksi, pengujian yang dilakukan mulai dari setelah pemasangan baterai, setelah proses perakitan.

Kemudian setelah rain and water leak test dan tahap akhir Pre Delivery Center (PDC) sebelum kendaraan dikirimkan ke konsumen.

Sedangkan untuk kapasitas produksi Polytron di fasilitas PT HMI memiliki kapasitas maksimal 30.000 unit per tahun.

BACA JUGA:CUMA 200 Juta, All-New eK X EV Mobil Listrik Kecil Punya Konsep SUV, Hadirkan Kemewahan dan Performa Tinggi

BACA JUGA:Nissan N7: Bukan Cuma Mobil Listrik Biasa, Tapi Senjata Rahasia Baru Nissan Gebrak Pasar EV Kelas Menengah

Hanya saja sebagai langkah awal, Polytron memiliki target bisa menjual 1.500 unit sampai akhir 2025.

 

 

 

 

Polytron juga akan membawa G3+ dan G3 yang tampil secara perdana di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (Gaikindo) 2025 di ICE-BSD City pada 24 Juli-3 Agustus 2025.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google