Rangkul Pengemudi Jalanan, Kakorlantas Polri Gagas Hal Ini
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran Dirlantas di daerah aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan komunitas ojol serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.--Bidhumas Polda Sumsel
JAKARTA, KORANPALPRES.COM - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) di daerah aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan komunitas ojek online (ojol) serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.
Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Karena itu, kata Kakorlantas, jajaran Polantas diminta tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat.
“Saya mengapresiasi rekan-rekan Dirlantas yang selama ini sudah aktif membangun komunikasi dengan komunitas ojol. Rangkul mereka, rangkul seluruh komunitas, jalin silaturahmi, dan ke depan kita akan membentuk Asosiasi Ojol Nusantara,” ujar Kakorlantas, Ahad 31 Mei 2026.
BACA JUGA:Perkuat Kesejahteraan Warga, Polda Sumsel Salurkan 1.948 Paket Bansos di OKU Timur
BACA JUGA:Dukung Stabilitas Sosial dan Kesejahteraan, Kapolda Sumsel Tebar Hewan Kurban di 2 Kabupaten Ini
Ia menilai para pengemudi ojol merupakan bagian penting yang setiap hari berada di jalan dan memiliki peran strategis dalam memberikan informasi maupun masukan kepada kepolisian.
“Komunitas ojol ini adalah bagian dari saudara kita yang setiap hari berada di jalan," katanya.
Mereka bisa menjadi mitra untuk memberikan informasi, berdiskusi, sekaligus membantu menciptakan ketertiban lalu lintas.
"Alhamdulillah, saat saya turun langsung ke lapangan, mereka merasa bangga karena dirangkul dan diajak dekat oleh Polantas,”kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
BACA JUGA:Pemetaan Digital Tim IT Polda Sumsel Bongkar Kurir Sabu Jalur Medan–Jakarta, Ini Wajahnya
Kakorlantas menegaskan paradigma Polantas saat ini harus berubah. Pendekatan kepada masyarakat tidak lagi semata-mata melalui penilangan atau penegakan hukum, melainkan lewat pendekatan hati dan silaturahmi.
“Pendekatan kita sekarang bukan lagi semata-mata tilang atau penegakan hukum, tetapi pendekatan hati," ungkapnya.