https://palpres.bacakoran.co/

Demonstrasi di Palembang Berlangsung Kondusif, Mendagri Tito Karnavian Puji Gubernur Sumsel Herman Deru

Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi Gubernur Sumsel Herman Deru lantaran Sumsel dinilai sigap mengantisipasi kondisi nasional pasca demonstrasi.--Alhadi/koranpalpres.com

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Di tengah kecamuk aksi demonstrasi yang pecah di beberapa kota di Indonesia, termasuk di Kota Palembang.

Apabila di banyak tempat, aksi demonstrasi berujung kericuhan bahkan diwarnai aksi kekerasan dan penjarahan.

Namun hal demikian tidak terjadi di Kota Palembang.

Dalam aksi demonstrasi serentak se-Indonesia, Senin 1 September 2025, ribuan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Palembang berunjuk rasa di DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

BACA JUGA:Wah! Ada Dosen STIHPADA Palembang Sekaligus Advokat Hadir di Tengah Demo di DPRD Sumsel, Apa Tujuannya

BACA JUGA:Waduh! Ada Penyusup di Aksi Demo di DPRD Sumsel Bawa Sajam dan Bom Molotov, Berapa Orang

Hingga massa membubarkan diri usai diterima dan ditanggapi langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie, aksi demonstrasi berjalan tertib.

Atas kondusifitas yang tercipta di Kota Palembang, secara khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberi apresiasi kepada sejumlah kepala daerah yang dinilai sigap. 

Salah satunya Gubernur Sumsel Herman Deru yang cepat menggelar rapat bersama Forkopimda dan mengimbau tokoh agama untuk menjaga kondusifitas wilayah. 

“Langkah cepat ini membuat Sumsel tetap aman di tengah gejolak nasional,” tutur Tito saat memimpin Rapat Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah, Selasa 2 September 2025.

BACA JUGA:Demo Panas di Palembang, Palembang Icon Mendadak Sepi Pengunjung

BACA JUGA:BUAT PENDEMO! Pantau Cuaca di Palembang dan Sekitarnya Senin 1 September 2025, Siang Bakal Hujan

Dalam rapat tersebut, Mendagri juga menyoroti situasi pasca demonstrasi di Jakarta, terutama di DPR dan MPR, yang menuntut pembatalan tunjangan serta transparansi gaji anggota dewan. 

Gelombang aksi yang berlangsung sejak 25–28 Agustus bahkan berujung pada insiden tragis menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol), sehingga memperkeruh suasana.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan