Menelusuri Jejak Intelektual Melayu Dalam Seminar Naskah Arab-Melayu Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan
Menelusuri Jejak Intelektual Melayu Dalam Seminar Naskah Arab-Melayu Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan-Foto: Alhadi Farid-koranpalpres.com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Bertempat di Museum Negeri Sumatera Selatan, seminar budaya menggugah kesadaran akan warisan intelektual masa lalu digelar dengan tajuk "Seminar Naskah Arab-Melayu Hasil Kajian Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan".
Kegiatan ini bukan sekadar forum akademik biasa, melainkan upaya serius menghidupkan kembali denyut tradisi literasi lokal yang kian lama nyaris terlupakan.
Acara ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si., yang menegaskan pentingnya publikasi hasil kajian naskah ke ranah yang lebih luas yakni perpustakaan, museum, bahkan media daring.
Menurutnya, akses terbuka terhadap warisan intelektual seperti naskah Jawi dapat menjadi jembatan generasi muda untuk mengenal akar sejarah dan budayanya sendiri.
BACA JUGA:Kemenangan Spektakuler! SMAN 11 Palembang Kembali Raih Juara Umum Sang Juara Payo ke Museum 2025
“Kita berharap hasil seminar ini tidak hanya dijilid dan disimpan, tapi juga disebarluaskan, secara digital, agar bisa dibaca dan dimanfaatkan masyarakat luas. Bahkan ke depan, kita ingin ini bisa menjadi materi pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi,” ujar Pandji.
Seminar ini tidak berakhir hanya sebagai forum ilmiah, tetapi juga menjadi momentum awal bagi inisiatif-inisiatif lanjutan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan harapannya agar hasil seminar ini bisa dijadikan referensi pengembangan kurikulum lokal, terutama pada pelajaran sejarah dan budaya daerah.
“Kita akan coba koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan beberapa universitas agar kajian Jawi ini bisa masuk sebagai bagian dari pelajaran atau mata kuliah. Ini penting agar generasi muda tahu bahwa mereka punya warisan literasi yang hebat,” tutup Pandji.
Seperti diketahui, seminar ini menghadirkan sejumlah akademisi dan peneliti terkemuka yang membedah peran penting aksara Jawi dalam membentuk peradaban intelektual Melayu.
Beny Pramana Putra, S.S membuka diskusi dengan menyoroti urgensi pengkajian teks Jawi koleksi museum, sementara Drs. Masyhur, M.Ag., Ph.D mengangkat kembali tradisi intelektual Melayu yang nyaris terlupakan.