Gara-Gara Ingkari Janji Bebas Sangkar, Radisson Hotel Group Terpaksa Hadapi Kecaman Global
Gara-Gara Ingkari Janji Bebas Sangkar, Radisson Hotel Group Terpaksa Hadapi Kecaman Global .--AFJ for palpres.bacakoran.co
BACA JUGA:Makan Telur Ayam Kampung Bisa Bikin Pinter? Berikut Manfaat Buat Kesehatan dan Kebugaran
Pencapaian ini membuktikan bahwa transisi menuju sistem bebas sangkar bukan hanya memungkinkan.
“Melainkan juga realistis dan sejalan dengan standar industri perhotelan global,” tukas Fiolita Berandhini Saichu, Direktur sekaligus Pendiri Animals Don’t Speak Human (ADSH).
Dalam sistem sangkar sempit, ibu ayam dikurung dalam sangkar dengan ruang gerak tidak lebih besar dari selembar kertas A4 sepanjang hidup mereka.
Pengurungan ekstrem ini menghambat mereka untuk melakukan perilaku alami yang penting bagi kesejahteraan mereka.
BACA JUGA:Viral! Diduga untuk Kuliner di Solo, Ratusan Anjing di Amankan di Tol Kalikangkung
Seperti merentangkan sayap sepenuhnya, bersarang, mandi debu, dan bertengger.
Menerapkan komitmen bebas sangkar adalah langkah krusial untuk memastikan kesejahteraan hewan dan mengurangi penderitaan mereka.
Mengingat adanya lokasi bisnis di Indonesia, 3 organisasi perlindungan hewan lokal, Animal Friends Jogja, Act for Farmed Animals, dan Animals Don’t Speak Human, bersama OWA, melakukan serangkaian kegiatan kampanye di Indonesia.
Kampanye untuk meminta Radisson bertanggung jawab atas komitmen bebas sangkar mereka.
BACA JUGA:Pertama di Palembang: Kalea, Cafe Kucing Estetik yang Instagramable
BACA JUGA:Kisah Bobby Kertanegara, Kucing Kesayangan Prabowo, Punya Kamar Sendiri di Istana Negara
Saat ini saja, Radisson Hotel Group, mempunyai lebih dari 1.100 lokasi bisnis di 100 negara.
Dengan jumlah lokasi bisnis yang banyak, sudah saatnya perusahaan ini mengikuti jejak perusahaan global lain di seluruh dunia.