Luncurkan GPM Mobile Tekan Laju inflasi Daerah, Ini Dilakukan DKP Lahat
GPM MOBILE : Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Lahat, Ahmad Firdaus SP MMA dan jajaran berada GPM Mobile-DKP LAHAT FOR PALPRES-
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Rangka stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) dan penanggulangan inflasi di Kabupaten Lahat, melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lahat menggelar Gerakan pasar murah (GPM) Mobile di beberapa tempat keramaian.
GPM mobile di Lahat pertama kali digelar menjelang di hari-hari besar keagamaan, salah satunya jelang natal dan tahun baru 2026 ini,
sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
Kepala DKP, Ibni Norris SE MM melalui Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Ahmad Firdaus SP MMA menyampaikan, bahwa program ini untuk menyalurkan SPHP, stabilisasi harga pangan dan juga untuk penanggulangan inflasi.
BACA JUGA:DKP Lahat Susun Dokumen Ketahanan Pangan Gambaran Stabilitas, Ini Tujuan Utamanya
BACA JUGA:Bukan Lewat Lelang Jabatan, Pemkab Lahat Terapkan Metode Ini Seleksi Pejabat Eselon ll
"Jadi selama ini ada operasi pasar murah juga sekarang juga sudah ada GPM, kita menyalurkan beras sama minyak dan kita jual itu di bawah harga eceran tertinggi (HET)," ujarnya saat diwawancarai, Senin, 8 Desember 2025.
Dikatakannya, bahwa ia bekerjasama dengan Bulog dengan menjual beras SPHP dan Minyak Kita, yang dijual secara berpindah pindah di tempat yang strategis, ramai, aman tidak mengganggu lalu lintas, seperti lapangan MTQ, pinggir lematang dan lainnya.
"Kegiatan GPM Mobile ini dihadirkan untuk mendekatkan layanan pangan murah kepada masyarakat," ungkap dirinya.
Nah, antusias masyarakat terlihat tinggi dengan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
BACA JUGA:MASYA ALLAH! Pemkab Lahat Gelar Baksos Operasi Bibir dan Langit Mulut Sumbing
"Kami berharap melalui GPM Mobile ini dapat menanggulangi inflasi, kita hadir di masyarakat untuk mempermudah serta menstabilisasi harga," harap Ahmad Firdaus.
