Dari Kebun Sendiri, Warga Pengabuan Kini Lebih Sehat Berkat Program PERMATA Pertamina
Sentuh Warga Desa, Pertamina EP Adera Sulap Tanaman Herbal Jadi Sumber Kesehatan dan Penghasilan-Ist/koranpalpres.com-
Selain itu, dukungan teknologi berupa sistem drip irigasi otomatis turut membantu memastikan kebutuhan air tanaman terpenuhi secara lebih efisien dan terukur. Berkat pendampingan, Hermanila dan KWT Selaras Alam bisa memanfaatkan TOGA yang tumbuh di pekarangannya untuk kebutuhan kesehatan ringan.
“Dulu kami hanya menanam dan memanfaatkan seadanya. Sekarang kami lebih paham bagaimana menjaga kesehatan dari apa yang kami tanam sendiri," ucap Hermanila.
BACA JUGA:Operasi SAR Berakhir, Remaja Tenggelam di Sungai Keruk Kertapati Ditemukan Meninggal Dunia
Google Advertisement Below
Budidaya tanaman herbal mampu meringankan pengeluaran biaya kesehatan rumah tangga Hermanila dan kawan-kawan hingga 30 persen per bulan.
Selain itu, mereka juga sudah bisa memproduksi minuman herbal instan, seperti seperti Sirup Rosella, Ramuan Instan, dan Tisane Herbal. Berkat penjualan produk-produk itu, pendapatan anggota KWT Selaras Alam meningkat dari sekitar Rp1,5 juta per bulan menjadi Rp4,2 juta per bulan.
"Rasanya lebih tenang karena kami bisa lebih mandiri untuk keluarga kami,” ujar Ibu Hermanila.
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal menyampaikan program PERMATA menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.
BACA JUGA:Sinergi Pertamina Patra Niaga dan Dirjen Migas Pastikan Pasokan LPG Aman dan Tepat Sasaran
BACA JUGA:Perluas Pasar, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Pamerkan Produk Unggulan UMKM di Ajang Dekranasda
PEP Adera Field tak hanya berfokus memberikan keterampilan baru kepada masyarakat. Perusahaan juga ingin mendorong cara pandang baru bahwa kesehatan bisa dibangun melalui kemandirian.
"Melalui PERMATA, warga diajak memahami pentingnya pola hidup sehat. Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari fasilitas besar, tetapi bisa dimulai dari apa yang mereka tanam dan konsumsi setiap hari," kata Iwan.
Program ini telah melibatkan sekitar 60 orang penerima manfaat aktif. Lebih dari separuh penerima manfaat merupakan perempuan yang berperan sebagai penggerak utama di tingkat keluarga dan komunitas.
Oleh karena itu, PERMATA telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui penyebaran praktik pertanian sehat dan pemanfaatan herbal kepada masyarakat di luar kelompok inti.
BACA JUGA:Pasca Lebaran, Pertamina Kilang Plaju Pastikan Keandalan Operasional dan Pasokan Aman