https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

MBG, Koperasi Merah Putih dan Memahami Policy Wisdom

Khairunnas, S.I.P., M.I.Pol. (Dosen FISIP Universitas Sriwijaya)--Ist

Oleh: Khairunnas, S.I.P., M.I.Pol. (Dosen FISIP Universitas Sriwijaya)

Kebijakan publik bukan sesuatu yang dapat dinilai hanya dari niatnya.

Suatu kebijakan mungkin mengandung janji-janji baik, berorientasi pada kebanggaan nasional, dan dibingkai sebagai solusi untuk memecahkan masalah-masalah publik.

Namun tetap saja kebijakan membutuhkan pengawasan publik karena kebijakan publik secara filosofis bicara soal nilai dan dampak yang benar-benar dirasakan dan bermanfaat bagi publik.

BACA JUGA:JANGAN MAIN-MAIN LAGI! Jaksa Kini Kawal Program MBG dan Indonesia Pintar

BACA JUGA:Pro Kontra Program MBG di Sumsel, Jangan Menyimpang dari Tujuan

Hal ini berlaku untuk dua program unggulan Presiden Prabowo yang belakangan sering memicu debat kebijakan di ruang publik, yaitu Program Makan Siang Gratis Bergizi (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Oleh Presiden, keduanya dipresentasikan sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan gizi, memperkuat ekonomi lokal, memberdayakan desa, dan mempercepat kesejahteraan sosial.

Program-program ini secara orientasi nilai tentu bukanlah perdebatan, karena siapa yang akan menentang bila negara hadir memberikan gizi yang lebih baik untuk anak-anak, ibu hamil, dan warga rentan?

Siapa yang akan menolak koperasi yang lebih kuat sebagai fondasi pembangunan ekonomi berbasis masyarakat?

BACA JUGA:Gelar Aksi Damai, Ribuan Masyarakat Sumsel Dukung Penuh Program MBG

BACA JUGA:Bongkar Bisnis Pengoplosan LPG Bersubsidi, Gas Ilegal Dijual ke Dapur MBG

Akan tetapi titik debatnya bukan pada poin itu, dalam kacamata kebijakan justru pertanyaannya adalah bagaimana program-program tersebut lahir, dirancang, dibiayai, diimplementasikan, dan diawasi sebagai kebijakan publik? 

Di sisi lain fenomena yang sering kita dapati dalam negara demokrasi adalah, bahwa janji kampanye seringkali secara otomatis menjadi kebijakan hanya karena memenangkan dukungan elektoral.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google