https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

MBG, Koperasi Merah Putih dan Memahami Policy Wisdom

Khairunnas, S.I.P., M.I.Pol. (Dosen FISIP Universitas Sriwijaya)--Ist

BACA JUGA:Bangun Polri Presisi Berbasis Data, Puslitbang Uji Penguatan Tipikor dan MBG

Sementara koperasi itu lahir dari mobilisasi birokrasi?

Atau pertanyaan yang lebih tajam adalah mungkinkah demokrasi ekonomi itu dapat tumbuh melalui pembentukan kelembagaan bergaya komando?

Sementara pada program MBG secara orientasi diposisikan tidak hanya sebagai program nutrisi tetapi juga berorientasi pada menggerakkan ekonomi lokal yang mana UMKM dan ekosistem pangan lokal sebagai pemasok utama bahan baku dapur.

Akan tetapi, pertanyaan kebijakan yang muncul adalah jika usaha kecil hanya dimasukkan sebagai pemasok dalam rantai pasokan yang dikendalikan oleh aktor yang lebih besar.

BACA JUGA:Polda Sumsel Jadi Lokasi Riset Nasional Puslitbang Polri soal Tipikor dan MBG

BACA JUGA:Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat, Kejari Pagar Alam Hadiri Launching Program MBG

Maka diksi pemberdayaan bukankah hanya akan menjadi populis dan kental dengan kepentingan elektoral?

Secara keuangan, MBG melibatkan anggaran publik yang sangat besar. Ketika pemerintah mengalokasikan ratusan triliun rupiah untuk satu program unggulan, tentu warga negara berhak bertanya sebagai dampak anggaran program apa yang ditunda, dikurangi, atau bahkan dikorbankan? 

Apakah dana ini sebaiknya digunakan melalui sistem pengiriman makanan massal?

Atau bukankah lebih arif kebijakan gizi dinterintegrasikan dengan pusat kesehatan masyarakat, kesehatan ibu, kualitas guru, sistem keamanan pangan, pertanian lokal, dan bantuan pengentasan kemiskinan dengan desain kebijakan yang lebih matang?

BACA JUGA:MBG Olahan Ikan Gabus Jadi Menu Favorit Siswa SMAN 3 Prabumulih

BACA JUGA:Resmikan SPPG MBG di Kelurahan Timbangan, Ini Pesan Bupati Ogan Ilir

Dalam kajian kebijakan publik, kegagalan implementasi tidak dapat dipisahkan dari kematangan desain kebijakan.

Jika suatu program terlalu besar, terlalu cepat, terlalu terpusat, atau terlalu kental secara politik, maka tentu sangat beresiko mengalami inefisiensi, capaian target yang buruk, dan peningkatan korupsi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google