Oleh: Ahmad Ari Fatullah, S.H., M.H (Dosen Fakultas Syari’ah Dan Hukum)
Bulan Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda bagi umat Islam.
Suasana religius terasa lebih kuat, masjid semakin ramai, dan aktivitas ibadah meningkat.
Namun, di tengah kekhusyukan tersebut, perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru.
BACA JUGA:Ramadan Sebagai Madrasah Etika Sosial: Dari Ritual Puasa Ke Puasa Moral (Artikel Kurma)
BACA JUGA:Syahru Ramadan: Bulan Penyucian Jiwa dan Penguatan Iman (ARTIKEL KURMA)
Bagi masyarakat modern, khususnya generasi netizen, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk selama bulan Ramadan. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadan adalah membentuk ketakwaan.
Oleh karena itu, seluruh aktivitas seorang muslim di bulan Ramadan, baik secara langsung maupun melalui dunia digital, seharusnya mendukung tercapainya tujuan tersebut.
BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Ramadan dan Tanggung Jawab Intelektual Umat
BACA JUGA:ARTIKEL KURMA, Kembali Fitrah: Kaffah dalam Fitrah Universal
Di era digital, media sosial sering menjadi hal pertama yang diakses setelah bangun tidur dan terakhir sebelum tidur kembali.
Saat sahur, banyak orang menikmati waktu makan sambil menelusuri linimasa.
Menjelang berbuka, perhatian sering teralihkan oleh konten hiburan, iklan, dan berbagai unggahan yang terus bermunculan.