https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Xiaomi YU7 Jadi Ancaman Baru, Produsen EV Lain Tawarkan Diskon dan Pengiriman Cepat

Xiaomi YU7 Jadi Ancaman Baru, Produsen EV Lain Tawarkan Diskon dan Pengiriman Cepat--YT/ cars_king

KORANPALPRES.COM- Xiaomi mulai memaksimalkan pabrik F2 (tahap 2) yang berlokasi di Yizhuang, Beijing.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengatasi kendala produksi imbas dari tingginya permintaan terhadap SUV listrik YU7.

Berdasarkan data dari Xiaomi, tercatat lebih dari 240.000 pesanan diperoleh hanya dalam 18 jam setelah YU7 dikenalkan.

Kabar terbaru, untuk waktu pengiriman YU7 diperkirakan antara 38 sampai 60 minggu, tergantung dari varian.

BACA JUGA:Intip Spesifikasi Suzuki e Vitara, Mobil Listrik Pertama Suzuki yang Akan Rilis di Indonesia

BACA JUGA:Biar Gak Kudet! Ini Dia 4 Jenis Mobil Listrik yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Beli Kendaraan Masa Depan

Untuk versi Max mempunyai waktu tunggu yang tidak terlalu lama yakni 9,5 bulan saja.

Sedangkan versi Standar waktu tunggu memakan waktu hingga 15 bulan.

Aplikasi Xiaomi mengungkapkan bahwa pengguna harus mengunci pesanan secara manual setelah membayar deposit.

Produksi akan dijadwalkan berdasarkan urutan penguncian pesanan. Setelah dikunci, deposit tidak dapat dikembalikan, meskipun perubahan konfigurasi masih diperbolehkan dalam masa tenggang 7 hari.

BACA JUGA:Fitur Mobil Listrik Ini Bisa Jadi Solusi Saat Mendadak Listrik di Rumah Padam

BACA JUGA:Mobil Listrik Pertama Suzuki Bakal Meluncur di GIIAS 2025, Ini Tanda-tandanya

Pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, menanggapi kekhawatiran di media sosial dengan menyatakan bahwa perusahaan sedang mempercepat upaya untuk mempercepat pengiriman.

Kepala departemen humas Xiaomi juga menambahkan bahwa estimasi pengiriman bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring peningkatan kapasitas produksi.

Pabrik kendaraan listrik pertama Xiaomi di Yizhuang, yang dirancang untuk memproduksi 150.000 unit per tahun.

Dan telah beroperasi dengan sistem dua shift sejak Juni 2024. Namun, fasilitas ini juga digunakan untuk memproduksi sedan SU7 generasi awal, sehingga kapasitas untuk YU7 terbatas.

 

BACA JUGA:Mini Cooper Listrik? GWM ORA 03 Bisa Jadi Pilihan yang Lebih Terjangkau, Istri Pasti Suka!

BACA JUGA:Harga Mobil Listrik GWM Ora 03 Melonjak Rp10 Juta Usai GIIAS 2025, Jadi Segini

Pabrik F2, yang kini berada di tahap akhir persiapan, dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli.

Pengumuman rekrutmen menunjukkan posisi terbuka untuk pekerja umum, operator, dan sopir trailer.

Posisi ini ditujukan untuk pria usia 18-38 tahun, dengan sistem kerja dua shift masing-masing 11 jam.

Gaji harian tercantum sebesar 230 yuan (sekitar 32 USD) dan dibayarkan setiap hari.

BACA JUGA:Review Mazda 6e, Sedan Listrik Stylish dengan Teknologi Canggih dan Jarak Tempuh Mewah Sampai 552 Km

BACA JUGA:Chery Omoda E5 2025, Mobil Listrik Bergaya Futuristik dengan Performa Tangguh

Selain itu, Xiaomi baru-baru ini memperoleh lahan untuk potensi pabrik tahap ketiga (F3).

Sebidang tanah seluas 52 hektare yang bersebelahan dengan pabrik saat ini telah beralih fungsi menjadi kawasan industri pada bulan Maret.

Pada Juni, Xiaomi membeli lagi sebidang lahan di Yizhuang New City senilai 635 juta yuan (sekitar 87 juta USD), yang dialokasikan untuk proyek kendaraan energi baru dan komponen.

Xiaomi belum mengonfirmasi apakah ini akan menjadi pabrik ketiga.

BACA JUGA:Lagi Naksir Mobil Listrik? Simak Dulu Perbedaan VinFast VF 6 Eco dan Plus, Biar Pilihanmu Gak Zonk!

BACA JUGA:Tips Pengisian Mobil Listrik yang Aman, Berikut Panduan Lengkap untuk Pemilik Mobil Listrik, Yuk Praktekin!

Tingginya permintaan terhadap YU7 memicu reaksi dari para pesaing di industri EV.

Beberapa merek, termasuk Avatr, Zeekr, IM Motors, dan Nio, menawarkan insentif kepada pembeli YU7, seperti pengembalian deposit dan pengiriman lebih cepat.

Huawei melalui Aito memberikan subsidi hingga 60.000 yuan (sekitar 8.270 USD).

Sementara Tesla melakukan peningkatan pada varian Long Range dari Model 3 dan Model Y.

 

 

 

Dengan tekanan yang semakin besar, kemampuan Xiaomi untuk meningkatkan produksi di pabrik keduanya akan menjadi kunci untuk memenuhi ekspektasi dan mempertahankan pesanan.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google