https://palpres.bacakoran.co/

WOW! Panen Raya Padi IP 200 Banyuasin Tembus 8 Ton/Hektar, Kedaulatan Pangan di Sumsel Bukan Isapan Jempol

PANEN RAYA | Gubernur Sumsel Herman Deru dan Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Herodian didampingi Bupati Banyuasin Askolani memimpin panen raya Padi IP 200 di Desa Majuria, Karang Agung Ilir, Banyuasin.-Humas Pemprov Sumsel-

BANYUASIN, KORANPALPRES.COM - Upaya Pemprov Sumsel mewujudkan kedaulatan pangan kembali membuahkan hasil dan bukan isapan jempol semata. 

Terbukti dalam panen raya Padi IP 200 yang dipimpin Gubernur Herman Deru di Desa Majuria, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, Jumat 25 Juli 2025.

Di kesempatan itu, Gubernur Herman Deru dibersamai Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Herodian.

Turut hadir Bupati Banyuasin Askolani, Wakil Bupati Netta Indah, Staf Ahli Menteri Pertanian RI Suwandi, dan jajaran OPD Pemprov Sumsel.

BACA JUGA:Panen Raya Serentak di 14 Provinsi, Bupati OKU Timur Hadir Virtual, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Khusus

BACA JUGA:Presiden RI dan Kapolri Pimpin Secara Virtual Panen Raya Jagung Nasional, Kapolres PALI Hadir, Ini Sosoknya

Panen raya ini sendiri menjadi tonggak penting keberhasilan pertanian Sumsel. 

Dengan produktivitas rata-rata 7,8–8 ton per hektar, Banyuasin kembali menunjukkan potensinya yang luar biasa sebagai lumbung pangan nasional.

“Ini hasil panen yang luar biasa, namun demikian jangan berpuas diri dahulu, konsistensi harus dijaga,” tegas Herman Deru.

Mantan bupati OKU Timur 2 periode itu menekankan produktivitas tinggi tak hanya ditentukan oleh benih berkualitas dan pupuk yang tepat, melainkan juga tergantung kedisiplinan petani. 

BACA JUGA:Bupati Muara Enim Edison Ikuti Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi Bersama Presiden RI Secara Virtual

BACA JUGA:Wabup Lahat dan Forkopimda Panen Raya Padi Diareal 70 Hektar, Ini Pesannya

Tanpa pemantauan pH, waktu tanam dan pemupukan yang tepat, maka sambung Herman Deru, hasil panen akan stagnan atau bahkan menurun.

Dia juga mengingatkan bahwa program nasional untuk menghentikan impor pangan harus dibarengi dengan peningkatan produksi di dalam negeri. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan