Bukan Sekadar Menahan Lapar! Ini Pengertian Puasa Ramadhan yang Sesungguhnya
Bukan Sekadar Menahan Lapar! Ini Pengertian Puasa Ramadhan yang Sesungguhnya-Gemini AI-
KORANPALPRES.COM- Setiap tahun, jutaan umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya bulan suci dengan penuh suka cita.
Namun, bagi banyak orang, puasa sering kali hanya dipersepsikan sebagai ritual mengubah jam makan.
Padahal, jika kita merujuk pada esensinya, pengertian puasa Ramadhan jauh lebih dalam daripada sekadar mengosongkan perut di siang hari.
Secara terminologi, pengertian puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, hubungan suami-istri, dan segala hal yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar (shadiq) hingga terbenamnya matahari.
Ibadah ini dilakukan selama satu bulan penuh, baik itu 29 atau 30 hari, tergantung pada penampakan hilal.
Namun, secara hakikat, puasa adalah "perisai" atau as-shiyaam. Ia bukan hanya menahan mulut dari makanan, tetapi juga menahan lisan dari ghibah, menahan mata dari maksiat, dan menahan hati dari penyakit dengki.
Tujuan Utama: Menuju Derajat Takwa, Mengapa Allah SWT mewajibkan puasa?
Jawabannya ada dalam surat Al-Baqarah ayat 183, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa (la'allakum tattaquun).
Takwa adalah kondisi di mana seorang hamba memiliki kesadaran penuh bahwa Allah selalu mengawasinya.
Dalam pengertian puasa Ramadhan yang sesungguhnya, kita dilatih untuk meninggalkan hal yang halal (makan dan minum) demi menuruti perintah Sang Pencipta.