PLN Berhasil Manfaatkan dan Optimalkan FABA PLTU, Gerakkan Ekonomi Sirkuler dan Berkelanjutan
Ilustrasi proses pencampuran (mixing) Fly Ash Bottom Ash (FABA) ke bahan baku semen untuk kemudian diolah menjadi berbagai produk konstruksi ramah lingkungan.--Ist
JAKARTA, KORANPALPRES.COM – PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang merupakan abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara berkelanjutan.
Hal ini sebagai bagian dari penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).
Sepanjang 2025, PLN Group berhasil memanfaatkan hingga 3,44 juta ton FABA atau 103,46% dari total produksi FABA tahun 2025.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa pemanfaatan FABA bukan hanya solusi pengelolaan residu pembakaran batu bara.
BACA JUGA:Dukung Ekosistem EV, PLN Kawal Pembangunan Industri Baterai Terintegrasi Hulu ke Hilir
BACA JUGA:Cegah Gangguan Listrik Skala Besar, PLN Bangun Dua Tower Darurat di Area Ini
Tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kini, produk-produk pengolahan FABA PLN yang semakin beragam. Telah dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di berbagai sektor dan masyarakat sekitar pembangkit listrik.
“PLN memandang FABA sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatannya tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, namun juga mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Darmawan.
Darmawan melanjutkan, dibanding tahun sebelumnya, di tahun 2025 pemanfaatan FABA juga mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Tampil Ciamik, Jakarta Electric PLN Mobile Libas Popsivo Polwan Tanpa Ampun
Dibanding tahun 2024 pemanfaatannya naik 2,44% year on year (yoy) dari sebelumnya 3,40 juta ton.
Bukan hanya itu, sejak 2023, pemanfaatan FABA tercatat telah mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.