https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Timeline Penuh Pahala: Ramadan Ala Netizen (Artikel Kurma)

Ramadan ala Netizen bukan menjauh media sosial tapi memanfaatkan dengan membagikan konten positif dan bermanfaat--sumber foto: chat gpt

BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Hakikat Sahur dan Batas Waktu Imsak Menurut Ulama

Selain itu, perbedaan pendapat di media sosial kerap memicu perdebatan yang tidak sehat, bahkan menimbulkan emosi dan permusuhan.

Dalam hal ini, Islam memberikan pedoman yang jelas tentang etika berbicara.

Allah SWT berfirman: “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.” (QS. Al-Isra: 53)

Ayat tersebut menegaskan pentingnya menjaga tutur kata, baik secara langsung maupun di dunia maya.

BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Memaknai Bulan Puasa Ramadan Untuk Meningkatkan Kualitas Iman dan Taqwa

BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Kewajiban dan Keringanan Puasa Ramadan Bagi Kelompok Rentan

Seorang muslim dituntut untuk berhati-hati dalam berkomentar, menghindari ujaran kebencian, serta tidak mudah terpancing emosi.

Agar media sosial benar-benar menjadi sarana kebaikan selama Ramadan, diperlukan kesadaran dan pengendalian diri.

Membatasi waktu penggunaan media sosial, menyaring konten yang dikonsumsi, serta memilih untuk membagikan hal-hal yang bermanfaat merupakan langkah sederhana namun bermakna.

Pada akhirnya, media sosial hanyalah alat. Ia dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT atau sebaliknya, tergantung pada bagaimana cara menggunakannya.

BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Dilema Ibu Hamil dan Menyusui: Qadha atau Fidyah?

BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Qadha dan Fidyah Dalam Bulan Ramadan

Ramadan ala netizen bukan berarti menjauh dari dunia digital, melainkan menghadirkan nilai-nilai Ramadan di dalam aktivitas digital tersebut.

Dengan niat yang lurus dan sikap yang bijak, timeline media sosial dapat dipenuhi dengan pesan-pesan kebaikan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan