Jadi Solusi Tekan Penipuan dan Komunikasi Ilegal, Wartel Khusus Rutan Prabumulih Terbaik 2 di Sumsel
Rutan Prabumulih Terbaik 2 di Sumsel, Wartel Khusus Tekan Komunikasi Ilegal-Ist/koranpalpres.com-
PRABUMULIH, KORANPALPRES.COM - Upaya pencegahan penipuan dan komunikasi ilegal di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih terus diperkuat melalui penyediaan fasilitas wartel khusus bagi warga binaan.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang mulai diterapkan secara seragam sejak satu tahun terakhir, seiring arahan dari Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan RI.
Google Advertisement Below
“Alhamdulillah, sejak diterapkan sistem yang sekarang, sejauh ini tidak ditemukan praktik penipuan dari dalam rutan,” ungkap Kepala Rutan Kelas II B Prabumulih, Sandy Wiguna, SH MSi, Senin 11 Mei 2026.
Dikatakannya, melalui sistem wartel tersebut, warga binaan dapat berkomunikasi dengan keluarga secara resmi dan terpantau.
BACA JUGA:Cegah Narkoba dan Penipuan, Rutan Prabumulih Periksa Sel hingga Tes Urine Pegawai
BACA JUGA:Dukung Program Akselerasi Kementerian Imipas, KA Rutan Prabumulih Salurkan Bansos
Mekanisme penggunaannya dilakukan dengan sistem top-up, di mana biaya sekitar Rp2.000 dapat digunakan untuk durasi percakapan selama 5 hingga 6 menit.
“Waktu tersebut dinilai cukup untuk menyampaikan kabar, menyapa keluarga, maupun membicarakan hal-hal penting lainnya,” kata dia.
Penggunaan wartel dilakukan secara bergilir antar blok hunian setiap harinya. Dengan sistem ini, menurut Sandy, seluruh warga binaan tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga.
Selain sebagai sarana komunikasi, keberadaan wartel ini juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara. Berdasarkan data dari Januari hingga Maret, layanan ini menjadi salah satu penyumbang pendapatan yang cukup signifikan di lingkungan rutan.
BACA JUGA:Serat Nanas Rutan Prabumulih Tuai Pujian di Pameran Hari Bhakti Kemenkumhampas
BACA JUGA:Rutan Prabumulih Siap Terapkan Program Pembinaan Rohani Islam Berbasis Pesantren
Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala teknis, seperti gangguan aplikasi dari pihak penyedia yang terkadang mengalami error atau gangguan sistem.
Namun, pihak rutan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal.