https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Rebahan yang Ditakuti Negara

Artikel Rebahan yang Ditakuti ditulis oleh Dekan FEB Universitas Trisakti Prof. Yolanda Masnita Siagian-Sumber Foto: Dok. pribadi-

Jadi ”tang ping” lahir bukan sebagai gerakan protes yang teriak-teriak turun ke jalan.

Dia lebih seperti bisikan kolektif yang pelan tapi menyebar luas: "Kalau begini caranya, mending saya berhenti ikut lomba."

Kerja seadanya buat cukup makan. Tidak terburu-buru mengejar promosi. Tidak buru-buru nikah.

BACA JUGA:Rebahan Dapat Cuan! Ini Cara Isi Survei Online dan Klaim Saldo DANA Gratis

BACA JUGA:Modal Rebahan dan Geser Layar, Saldo DANA Rp300 Ribu Siap Masuk Kantong

Tidak maksa beli rumah. Dan yang penting, mengurangi keinginan buat belanja hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Kenapa Bikin Ekonom dan Pemasar Gelisah?

Di titik inilah cerita ini jadi menarik buat dibahas dari sudut pandang yang agak berbeda dari sekadar psikologi generasi.

Coba pikirkan begini: seluruh mesin ekonomi modern, dan seluruh disiplin pemasaran yang kita kenal, dibangun di atas satu asumsi dasar yang jarang dipertanyakan, bahwa manusia pada dasarnya selalu ingin lebih.

BACA JUGA:SMPN 1 Lahat Selatan Tutup MPLS dengan Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Apa Saja Itu

BACA JUGA:Didampingi 2 Polsek dan Warga, 2 Babinsa Koramil 405-05 Pendopo Laksanakan Patroli Keamanan Lingkungan

Ingin rumah lebih besar, mobil lebih baru, gadget lebih canggih, status lebih tinggi.

Seluruh strategi pemasaran, dari iklan sampai program loyalitas, pada akhirnya berdiri di atas asumsi ini: keinginan manusia itu nyaris tidak terbatas, tugas pemasar cuma mengarahkan keinginan itu ke produk tertentu.

Tang ping menantang asumsi itu secara langsung. Ketika sekelompok besar konsumen, dan yang penting, ini konsumen muda, kelompok usia yang biasanya jadi motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang sengaja memutuskan untuk mengurangi keinginan mereka, seluruh mesin itu jadi pincang.

Muncul istilah baru yang mulai dipakai untuk menggambarkan gaya hidup ini: "Low-desire lifestyle", gaya hidup rendah keinginan.

BACA JUGA:Cuma Rebahan dan Nonton Video Bisa Dapet Saldo DANA Rp500 Ribu? Gila, Aplikasi Ini Beneran Ngebayar!

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google