Animal Friends Jogja Kenalkan Program Nabati Nusantara dan Launching E-Book Resep Gratis

Sabtu 25 Jan 2025 - 21:25 WIB
Reporter : M Iqbal
Editor : M Iqbal

Kemudian kepada institusi pendidikan yang diwakili oleh Nur Wahyuni selaku Pembantu Direktur 1 Bidang Akademik dan dosen pengampu tata boga AKS-AKK Yogyakarta yang juga Board Indonesian Chef Association (ICA).

Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar menyatakan pihaknya mendukung penuh program Nabati Nusantara sebagai bagian dari upaya bersama mengatasi 2 tantangan besar bangsa ini yakni lingkungan dan kesehatan. 

Dia berharap program ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih lestari sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat. 

“Dengan adanya Perda yang relevan, kami siap mengampanyekan tujuan positif Nabati Nusantara agar gerakan ini semakin meluas,” cetusnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh 2 orang pembicara yaitu Tri “Ining” Mariyanti yang berprofesi sebagai edukator di bidang seni, budaya, dan pola hidup berkesadaran.

Kemudian Willy Natanael Yonas, salah satu tim ahli gizi Nabati Nusantara.

Dalam paparan materinya yang berjudul “Mindful Eating”, Ining menyampaikan bahwa pola makan bukan hanya tentang apa yang kita makan.

Melainkan juga tentang bagaimana pilihan kita berdampak pada dunia dan kehidupan di sekitar kita. 

Makan berkesadaran dimulai dengan mengetahui asal usul bahan makanan yang kita makan, bagaimana cara mereka tumbuh, bagaimana cara panen, bagaimana distribusinya. 

Lalu, bagaimana mengolah dan memasaknya, bagaimana cara memakannya, sampai bagaimana perlakuan kita terhadap makanan sisa.

Sedangkan Willy Yonas, selain memaparkan tentang bagaimana menerapkan pola makan nabati sesuai dengan pedoman gizi seimbang “Isi Piringku”.

Dia juga memberi penjelasan bahwa pola makan nabati sangat baik dalam mencegah maupun memperbaiki kondisi penyakit tidak menular (PTM). 

Penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker memiliki kaitan erat dengan konsumsi produk hewani. 

Mengonsumsi lebih banyak pangan nabati dan mengurangi produk hewani dapat meningkatkan kualitas hidup, membantu mencegah penyakit kronis, dan mengurangi risiko penyakit zoonosis serta resistensi bakteri. 

Mirisnya, berdasarkan Riskesdas 2018 yang dilakukan oleh Kemenkes hanya sekitar 4,6% masyarakat Indonesia cukup dalam mengkonsumsi sayur dan buah.

Sesi diskusi setelah pemaparan materi, dipandu oleh Dhiani Probosiwi, relawan AFJ dan Co-founder Across Species Project, berjalan sangat menarik. 

Kategori :