Namun masih kata Suhendra, pihaknya meyakini bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri.
Menurut dia, dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur kebersamaan harus terus kita hidupkan, agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” timpalnya.
BACA JUGA:Pemkab Ogan Ilir dan Duduk Bersama, Bahas Bencana Asap dan Penanggulangan Karhutla
BACA JUGA:Gelar Rakor Karhutla, Kapolres Ogan Ilir Tekankan Tindakan Preventif dan Penegakan Hukum Tegas!
Suhendra merinci, upaya pencegahan di wilayah operasional mitra APP Group di Sumsel, khususnya di Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), dilakukan melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang telah berjalan di 31 desa.
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah 633 orang, melalui kegiatan patroli terpadu, sosialisasi, dan pengelolaan lahan tanpa bakar.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitra pemasok APP Group di Sumsel telah menyiagakan 907 personel RPK dan 48 personel Tim Reaksi Cepat, didukung 3 helikopter untuk patroli dan 2 heli untuk water bombing.
Termasuk 2 unit airboat dan 84 speedboat untuk wilayah lahan basah, serta 22 mobil patroli, 27 truk pemadam, dan 155 motor patroli di darat.
BACA JUGA:Perkuat Mitigasi Karhutla, Ini Pembahasan Danrem Gapo Dengan Kepala BPBD Sumsel
BACA JUGA:Sidang Korupsi Pompa Karhutla Muratara Kembali Digelar, Ini Saksi Dihadirkan Jaksa
Sistem deteksi dini juga diperkuat melalui 40 menara api, 81 menara mini portable, 87 pos pantau, serta dukungan drone dan CCTV.
Seluruh pemantauan terintegrasi dalam 31 situation room yang beroperasi 24 jam dan terhubung secara real-time berbasis data satelit.
Dengan kesiapan sumber daya yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan potensi karhutla dapat diantisipasi sejak dini, terutama di tengah ancaman El Niño yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran pada tahun ini.
"Kami mengajak semua stakeholder untuk untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mencegah dan menanggulangi potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya.