https://palpres.bacakoran.co/

Strategi APP Group Hadapi Karhutla 2026: Kolaborasi dan Deteksi Dini Jadi Kunci!

APP Group fokus pada kolaborasi dan deteksi dini untuk hadapi musim Karhutla 2026. Simak strategi pencegahan kebakaran hutan selengkapnya di sini!--app group for koranpalpres.com

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 di Griya Agung, Palembang, Rabu 6 Mei 2026.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang akibat fenomena El Niño

Google Advertisement Below

Diketahui, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 berlangsung bertahap sejak April dengan puncak pada Agustus.

Sementara itu, fenomena El Niño diprediksi berkembang pada periode Juli hingga September 2026.

BACA JUGA:Kemarau 2025 di Depan Mata, Penanggulangan Karhutla Terintegrasi 3 Mitra Pemasok APP Group di OKI Siap Uji

BACA JUGA:Pangdam II Sriwijaya Terima Audiensi Manajemen PT Sinarmas, Berikut Hasil Pertemuannya

Fenomena El Niño ini diyakini berpotensi memperparah kondisi kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Informasi yang dihimpun, kegiatan Apel Siaga diikuti sekitar 1.600 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, dunia usaha, serta kelompok masyarakat peduli api.

Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Dalam sambutannya, Djamari Chaniago menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumsel.

BACA JUGA:Kumpulkan 75 Kantong Darah, PMI Palembang Apresiasi Tzu Chi Sinarmas

BACA JUGA:Paguyuban Sinar Mas Sumsel Edukasi Penyandang Disabilitas Belajar Buat Sabun Eco Enzym

Dalam Apel Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Karhutla 2026 di Palembang, pemerintah menekankan bahwa pengendalian karhutla harus dilakukan lebih dini, lebih cepat, lebih terpadu, dan lebih tegas, dengan mengutamakan pencegahan sebelum api meluas.

"Pemerintah juga secara resmi mereaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Nasional 2026 untuk memperkuat koordinasi, pengendalian, pemantauan, penegakan hukum, hingga komunikasi publik secara nasional," tegas Djamari.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan