ARTIKEL KURMA, Kembali Fitrah: Kaffah dalam Fitrah Universal

Kembali fitrah dalam makna kaffah adalah sebuah perjalanan menuju kesempurnaan hidup yang selaras dengan nilai-nilai universal yang telah ditetapkan oleh Allah--foto: unsplash
Artikel berjudul Kembali Fitrah: Kaffah dalam Fitrah Universal ditulis oleh Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang, Fajar Kamizi, S.H.I., M.H.
Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang, Fajar Kamizi, S.H.I., M.H--Ist
Idul Fitri menjadi bentuk hari perayaan kemenangan Umat Islam setelah menjalani ibadah puasa satu bulan penuh. Selain itu, Idul Fitri juga merupakan hari yang harus dihormati karena pada hari itu Allah telah menjanjikan ampunan.
Kebahagiaan dan kegembiraan umat muslim diseluruh penjuru dunia tumpah ruah dan bersukacita pada hari raya tersebut. Namun demikian, Umat Islam pun akhirnya sampai pada hari yang sangat menyedihkan ketika pertemuan dengan Bulan Ramadan yang selalu dirindukan berakhir.
Ketika perpisahan dengan ramadhan terjadi, perasaan sedih yang bergemuruh dalam hati menimbulkan pertanyaan apakah kita akan dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadan tahun berikutnya?
BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Dilema Ibu Hamil dan Menyusui: Qadha atau Fidyah?
BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Qadha dan Fidyah Dalam Bulan Ramadan
Karena itulah dulu para salafus-shalih menangis ketika bulan Ramadan pergi meninggalkan mereka, dan mereka mengucapkan doa, “Ya Allah, anugerahkan lagi kepada kami bulan Ramadhan, anugerahkan lagi kepada kami bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan..”. betapa doa ini menunjukkan rasa rindu yang mendalam akan datangnya bulan Ramadan.
Namun demikian, di tengah kegembiraan merayakan Hari Raya Idul Fitri, banyak kita semua seakan lupa merenungkan hakikat sebenarnya dari Idul Fitri itu sendiri.
Secara harfiah, Idul Fitri adalah perayaan berbuka puasa, dengan kata Arab “Id” yang berarti festival atau perayaan dan “Al-Fitr” yang berarti berbuka puasa.
Seperti yang dinyatakan dalam surah Ar-Rum ayat 30 yang artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Lailatul Qadar, Meraih Keberkahan di Malam 1000 Bulan
BACA JUGA:ARTIKEL KURMA: Ramadan Sebagai Waktu Untuk Refleksi dan Komunikasi Keluarga
‘Id Arti secara adalah formal/fisik, berulang dan kembali setiap tahun. Sedangkan pengertian secara essensial ‘Idul Fitri adalah , kembali datangnya Allah pada hari itu kepada hamba-Nya dengan membawa kebaikan dan kebahagiaan khusus dengan diampuninya dosa-dosa.