Sering Dianggap Sepele, ‘Mager’ Ternyata Bikin Pikun
Sering dianggap sepele, ‘mager’ ternyata bikin pikun.-Freepik.com-
Contohnya seperti duduk, rebahan, atau menonton televisi tanpa gerakan.
Spesialis Penyakit Dalam, Sub Spesialis Geriatri, Rumah Sakit Atma Jaya Pluit, dr. Rensa, SpPD-KGer, FINASIM mengatakan, gaya hidup sedentari yang minim akan aktivitas fisik berpengaruh pada stimulus otak.
BACA JUGA:Mitos atau Fakta! Manfaat Minyak Zaitun Untuk Mencegah Kepikunan
BACA JUGA:Apakah Demensia Bisa Menyerang Usia Muda? Segeralah ke Dokter Kalau Gejala Ini Muncul
Hal ini karena aktivitas yang minim akan membuat stimulus di otak juga rendah.
"Karena paparan terhadap lingkungan kan lebih minim kalau sedentari lifestyle, mereka banyak duduk, banyak diam dan banyak menggunakan gadget, menonton TV, dan sebagainya. Otomatis stimulus terbatas," kata Rensa.
Sehingga, fungsi area tertentu itu tidak terpakai.
Akhirnya, mengurangi kemampuan dan fungsi mengenali ruang visual spasial, perubahan ruangan, kemudian fungsi mengingat. "Nah, semakin tidak digunakan, semakin mudah mengalami kerusakan," kata dia.
Penyebab Seseorang Malas Gerak?
Gaya hidup sedenter diyakini merupakan hasil dari perpaduan banyak faktor.
Beberapa faktor lingkungan yang berperan antara lain kemacetan lalu lintas, polusi udara, serta kurangnya trotoar pejalan kaki, fasilitas olahraga, dan taman rekreasi.
Selain itu, bertambahnya waktu menonton TV, pemakaian gawai, dan kemudahan untuk mengakses banyak hal melalui ponsel turut berperan.
Ambil contoh, kamu mungkin pernah memanfaatkan layanan pembelian barang, makanan, atau jasa secara online.
Apa pun yang kamu butuhkan kini bisa diantar langsung ke depan pintu rumah.
Tidak seperti zaman dahulu, ketika orang harus berjalan keluar rumah untuk menyelesaikan berbagai urusan tersebut.