Begini Cara Polda Sumsel Tingkatkan Kedisiplinan Anggotanya
Bid Propam Polda Sumsel di pimpin oleh Kasubbid Provos AKBP Tito Dani, ST, MH didampingi Kompol Luqmanul Hakim SH, M Si melakukan Razia anggota Bidhumas Polda Sumsel seusai apel Pagi.--Bidhumas Polda Sumsel
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sumsel serta seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat, Rabu 31 Desember 2025.
Dalam amanatnya, Kapolda mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk memuji kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dan senantiasa bersyukur atas rahmat serta karunia-Nya, sehingga upacara dapat terlaksana dengan tertib.
BACA JUGA:Angka Kriminalitas di Sumsel Turun, Kapolda Sumsel Berikan Penjelasan Ini
BACA JUGA:Demi Memastikan Ini, Propam Polda Sumsel Cek Personel dan Anev Ops Lilin Musi 2025
Kapolda menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak, melainkan bentuk penghargaan institusional yang diberikan berdasarkan penilaian objektif terhadap kinerja, perilaku, moralitas, serta kemampuan manajerial dan kepemimpinan seorang anggota.
Pada periode ini, sebanyak 1.657 personel Polri dinyatakan naik pangkat, terdiri dari Perwira 99 personel, Bintara 310 personel, Tamtama 34 personel dan PNS 22 personel.
Dari jumlah tersebut, 465 personel melaksanakan upacara di Mapolda Sumsel, sementara 1.192.personel lainnya di jajaran Polres,terdiri 197 perwira,974 bintara dan 21 PNS.
Kapolda menekankan bahwa semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula beban tugas dan tanggung jawab yang melekat.
BACA JUGA:Respons Cepat Bencana Aceh, Polda Sumsel Terjunkan Personel Brimob Lewat Jalur Darat, Ini Jumlahnya
BACA JUGA:Operasi Lilin Musi 2025, Polda Sumsel Patroli di 6 Titik Keramaian Kota Palembang, Dimana Saja?
Oleh karena itu, kenaikan pangkat harus menjadi momentum introspeksi diri, bukan sekadar rutinitas administrasi.
“Pangkat baru harus menjadi pengingat bahwa setiap langkah, keputusan, dan tindakan harus mencerminkan nilai-nilai kehormatan seorang Bhayangkara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolda menyinggung tantangan khusus yang dihadapi personel Polri di Sumsel sebagai wilayah perbatasan negara. Dinamika lintas batas, migrasi, keberagaman sosial budaya, hingga kondisi geografis menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih kuat.
Personel Polda Sumsel diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang tangguh, adaptif, dan peka terhadap situasi lapangan.
BACA JUGA:Pengamanan Sejumlah Gereja, Begini Penjelasan Kapolda Sumsel