https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Strategi APP Group Hadapi Karhutla 2026: Kolaborasi dan Deteksi Dini Jadi Kunci!

APP Group fokus pada kolaborasi dan deteksi dini untuk hadapi musim Karhutla 2026. Simak strategi pencegahan kebakaran hutan selengkapnya di sini!--app group for koranpalpres.com

BACA JUGA:Target Zero Karhutla 2026, Kapolda Sumsel Pimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Kabupaten Ini

“Melalui pendekatan Integrated Fire Management, kami memastikan seluruh upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat, pemantauan berbasis teknologi, hingga kesiapan respon cepat di lapangan," jelasnya.

Namun masih kata Suhendra, pihaknya meyakini bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri.

Menurut dia, dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur kebersamaan harus terus kita hidupkan, agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” timpalnya.

BACA JUGA:Pemkab Ogan Ilir dan Duduk Bersama, Bahas Bencana Asap dan Penanggulangan Karhutla

BACA JUGA:Gelar Rakor Karhutla, Kapolres Ogan Ilir Tekankan Tindakan Preventif dan Penegakan Hukum Tegas!

Suhendra merinci, upaya pencegahan di wilayah operasional mitra APP Group di Sumsel, khususnya di Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), dilakukan melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang telah berjalan di 31 desa.

Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah 633 orang, melalui kegiatan patroli terpadu, sosialisasi, dan pengelolaan lahan tanpa bakar.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitra pemasok APP Group di Sumsel telah menyiagakan 907 personel RPK dan 48 personel Tim Reaksi Cepat, didukung 3 helikopter untuk patroli dan 2 heli untuk water bombing.

Termasuk 2 unit airboat dan 84 speedboat untuk wilayah lahan basah, serta 22 mobil patroli, 27 truk pemadam, dan 155 motor patroli di darat.

BACA JUGA:Perkuat Mitigasi Karhutla, Ini Pembahasan Danrem Gapo Dengan Kepala BPBD Sumsel

BACA JUGA:Sidang Korupsi Pompa Karhutla Muratara Kembali Digelar, Ini Saksi Dihadirkan Jaksa

Sistem deteksi dini juga diperkuat melalui 40 menara api, 81 menara mini portable, 87 pos pantau, serta dukungan drone dan CCTV.

Seluruh pemantauan terintegrasi dalam 31 situation room yang beroperasi 24 jam dan terhubung secara real-time berbasis data satelit.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google