Strategi APP Group Hadapi Karhutla 2026: Kolaborasi dan Deteksi Dini Jadi Kunci!
APP Group fokus pada kolaborasi dan deteksi dini untuk hadapi musim Karhutla 2026. Simak strategi pencegahan kebakaran hutan selengkapnya di sini!--app group for koranpalpres.com
Ia mengingatkan bahwa Sumsel merupakan salah satu wilayah strategis sekaligus rawan karhutla karena karakteristik lahan gambut, lahan mineral kering, serta riwayat kebakaran berulang.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Sumsel turun dari sekitar 15.422 hektare pada 2024 menjadi sekitar 5.939 hektare pada 2025, dan hingga April 2026 tercatat sekitar 79,95 hektare.
Kendati demikian sambung Djamari, pemerintah meminta seluruh pihak tidak lengah karena musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dan lebih kering dari biasanya.
Pemerintah meminta seluruh kepala daerah, Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memperkuat patroli terpadu, deteksi dini hotspot, kesiapan personel dan peralatan, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pembakaran lahan.
"Dunia usaha, khususnya pemegang konsesi kehutanan, perkebunan, dan pertambangan, diminta menjadi bagian dari solusi dengan memastikan kesiapan sarana pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah operasional masing-masing," tukasnya.
APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumsel turut berpartisipasi aktif dengan menampilkan kesiapan sumber daya manusia, teknologi, dan peralatan pemadaman.
BACA JUGA:Optimalisasi Pencegahan Karhutla, Pemkab Ogan Ilir Komitmen Dukung Agenda Nasional
Mulai dari Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) inti, Tim Reaksi Cepat (TRC), perangkat pemadam, drone pemantau titik api, Automatic Weather Station (AWS), kendaraan patroli, hingga sistem komunikasi terintegrasi.
Pada kesempatan ini, helikopter APP Group juga melakukan patroli udara di sekitar lokasi apel sebagai bagian dari simulasi kesiapsiagaan.
Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata mengatakan, APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumsel yaitu PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, PT Rimba Hutani Mas, PT Sumber Hijau Permai, PT Bumi Persada Permai, dan PT Tri Pupajaya mengedepankan pendekatan Integrated Fire Management (IFM).
Pendekatan IFM ini kata Suhendra, berfokus pada 4 pilar utama, yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respon cepat.
BACA JUGA:Ribuan Personel Siaga, OKI Gaspol Antisipasi Karhutla Hadapi Kemarau 2026