https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Burasak dan Tumbuk, Makanan Wajib Warga Bugis di Tanjung Kerang

Salah satu warga Bugis di di Village 3 Sawit Tanjung Kerang Kabupaten Musi Banyuasin saat mengolah Burasak dan Tumbuk untuk menyambut hari raya Idul Adha.-Foto: Istamala for koranpalpres.com-

MUSI BANYUASIN, KORANPALPRES.COM – Warga Bugis yang ada di Village 3 Sawit Tanjung Kerang Kabupaten Musi Banyuasin ada tradisi unik.

Di sana, warga bugis memiliki makanan unik, namanya Burasak dan Tumbuk.

Tradisi unik terus dilestarikan dari generasi ke generasi yang melambangkan kebersamaan, kerja sama, dan penghargaan terhadap warisan nenek moyang.

Diketahui, beberapa hari sebelum hari raya, para ibu mulai sibuk menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan.

BACA JUGA:Ragam Upacara Adat Etnis Toraja, Makassar dan Bugis di Provinsi Sulawesi Selatan

BACA JUGA:Tradisi Bugis Makassar di Sulawesi Selatan Menyambut Ramadan Ini Dipercaya Membawa Berkah

Beras pilihan dicuci hingga bersih, kemudian dimasak setengah matang dengan santan sehingga mengeluarkan aroma khas yang menggugah selera.

Setelah itu, nasi dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk pipih memanjang.

Ini disebut burasak, makanan tradisional khas Bugis yang hampir selalu ada di perayaan besar keagamaan.

Proses pembuatan burasak membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

BACA JUGA:Managing Director Firma Hukum Hendrajat Mengagas Nusabugisme, Ketatanegaraan Bugis di Atas 6 Nilai Keutamaan

BACA JUGA:Suku-suku di Provinsi Sulawesi Selatan: Dominan Bugis, Makassar, Toraja Secara Budaya dan Bahasa

Setelah terbungkus dengan baik, burasak diikat menggunakan tali rafia atau serat daun pisang supaya tidak terbuka saat direbus.

Proses perebusan memakan waktu cukup lama, bahkan bisa mencapai beberapa jam agar mendapatkan tekstur yang padat dan tahan lama.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google